Kuasai Teknokratik, Erick Thohir Dinilai Sosok Pemimpin Berkualitas

Menteri BUMN Erick Thohir dinilai memiliki kapasitas menjadi Cawapres 2024 yang mumpuni. Bahkan siapapun capresnya yang maju, Erick Thohir tetap menjadi magnet suara di Pilpres 2024.

oleh Liputan6.comDiperbarui 21 Oktober 2022, 19:49 WIB
Menteri BUMN erick Thohir dalam acara pengalihan portofolio pertanggungan (polis) dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). (Foto: IFG)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dinilai memiliki kapasitas menjadi calon wakil presiden (cawapres) 2024. Erick diketahui sebagai salah satu figur yang masuk dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dalam berbagai lembaga survei.

Pengamat Politik Universitas Padjajaran, Idil Akbar mengatakan, Erick Thohir mempunyai kemampuan teknokratik yang mampu mendorong untuk menjalankan roda pemerintahan lebih efektif. Bahkan siapapun calon presiden yang maju, Erick Thohir tetap menjadi magnet suara di Pilpres 2024.

Erick Thohir disebut sebagai sosok yang mempunyai pengalaman mumpuni, meski baru menjadi menteri pada periode kepemimpinan kedua Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Rekam jejak Erick Thohir membuat posisinya sebagai kandidat unggulan.

“Secara pengalaman dia sudah cukup, dari sisi politik dia oke. Lalu kemudian kepengusahaan dia juga udah kita tahu bersama,” kata Idil dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/10/2022).

Dia mengungkapkan, kepemimpinan Erick Thohir di Kementerian BUMN menunjukkan kinerja yang positif. Sejumlah kebijakan yang diluncurkan mantan Presiden Inter Milan ini memiliki dampak positif besar bagi masyarakat.

Kondisi demikian, menurut dia, menjadi gambaran nyata kemampuan Erick Thohir. Ditambah lagi berbagai capaian positif semakin membuktikan kecakapan teknokratik yang dimiliki Erick Thohir.

“Serta cukup dinilai berhasil. Saya pikir itu sudah jauh lebih baik,” kata Idil.

Sebelumnya pada survei Poltracking Indonesia, elektabilitas Erick Thohir sebagai cawapres terbilang tinggi. Nama Erick Thohir menempati posisi cawapres terkuat dengan elektabilitas sebesar 10,8 persen.

Ada Peran Erick Thohir di Balik Kehadiran Presiden FIFA ke Indonesia

Menteri BUMN, Erick Thohir berjalan bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino dan Menpora Zainudin Amali, Selasa (18/10/2022). (Istimewa)

Sebelumnya diberitakan, Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino akhirnya benar-benar datang ke Indonesia. Pria Italia itu tiba di Jakarta pada Selasa (18/10/20220 dan langsung melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Dalam kunjungannya ke Istana Negara, Menteri BUMN Erick Thohir yang ditugaskan untuk menjemput dan mengantar Presiden FIFA untuk bertemu Jokowi. Erick yang mendapat tugas spesial karena memang memiliki kedekatan dengan Infantino.

Kedatangan Presiden FIFA itu tak terlepas lobi Menteri Erick yang diutus Jokowi untuk menemui Infantino dua pekan lalu di Doha, Qatar. Jaringan Erick di dunia sepak bola internasional yang luas menjadi salah satu faktor kunci yang membuat Presiden FIFA bersedia datang ke Indonesia.

Tak hanya datang, berkat lobi Erick, Infantino akan terlibat dalam pembenahan sepak bola nasional usai Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang usai laga Liga 1 antara Arema vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 lalu.

"Saya datang membawa para ahli kami. Kami akan membantu dan berinvestasi dan kami akan memastikan sepak bola Indonesia akan bersinar di pentas global," kata Infantino di Istana Negara, Selasa (18/10).

Tiba di Jakarta pada Selasa (18/10) pagi, Infantino langsung dijemput Erick di bandara. Kedua pria yang sama-sama menggemari klub Inter Milan itu saling berpelukan sambil berbincang akrab saat berjumpa di bandara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya