Liputan6.com, Bandung - Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2015, Maruarar Sirait, menegaskan pihaknya akan tetap melakukan evaluasi terkait situasi dan hasil pertandingan di ajang itu. Maruarar sendiri hadir di leg kedua babak perempat final Piala Presiden antara Persib Bandung dan Pusamania Borneo FC, Sabtu (26/9/2015) di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Laga yang akhirnya meloloskan Persib ke semifinal usai unggul agresivitas gol tandang atas Pusamania itu memang diwarnai beberapa aksi pelemparan botol dan penggunaan flare di stadion. Bahkan ada keributan kecil antar pemain Persib, Zulham Zamrun, dan pemain Pusamania, Diego Michels.
Advertisement
Sesuai peraturannya, Mahaka Sports and Entertainment, sudah menyiapkan denda-denda dan sanksi tegas bagi tindak pelanggaran yang terjadi. Bahkan menyalakan flare pun akan dikenai denda Rp 15 juta.
"Tentu akan ada evaluasi soal wasit, hakim garis, hingga pertandingan itu sendiri. Jika memang melanggar tentu akan kita sanksi tegas," ujar Mauarar di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (26/9/2015).
"Harusnya kita jaga dan pelihara turnamen ini sama-sama. Saya bisa merasakan betapa besarnya dukungan mereka pada tim kesayangannya. Tapi tentu harus ada kesabaran dan keikhlasan jika kita sedang kecewa. Dalam olahraga, kalah dan menang itu sudah biasa, kita harus bisa menyikapinya dengan lebih ikhlas," tambahnya.
Mahaka sudah menyiapkan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai venue menggelar laga final turnamen itu. Namun jika tim Maung Bandung lolos, tentu pelaksanaannya tidak akan mudah. Rivalitas Persib dan Persija dapat menimbulkan gesekan antara suporter yang tentu dapat merusak jalannya turnamen.
"Saya terus bekerja sama dengan Kapolri dan TNI. Mari kita jaga sama-sama turnamen ini. Kita kan juga punya harapan untuk menggelar laga final di GBK, tentu kita harus bisa menjaga bersama-sama. Ayo kita bangkitkan sepakbola yang berkualitas dan transparan," tutupnya. (Tho/Ary)