Jokowi Sebut 3 Kesempatan yang Dilewatkan Pemimpin Sebelumnya

Menurut Jokowi, pemanfaatan minerba saat ini masih dapat terus diupayakan, walau pun lambat laun jumlahnya terus berkurang.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 22 Sep 2015, 02:02 WIB
Presiden Jokowi memberikan pernyataan pers terkait kecelakaan Pesawat Trigana di Papua, Jakarta, Senin (17/8/2015). Presiden telah menugaskan tim taktis untuk mengevakuasi Pesawat Trigana Air yang jatuh. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri pembukaan Rapat Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2015 Partai Nasdem di JCC, Senayan, Jakarta Pusat Senin malam. Dalam kesempatan itu, Jokowi didauat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan kader Nasdem dan para calon kepala daerah asal partai yang dipimpin Surya Paloh ini.

Dalam sambutannya, Jokowi bercerita mengenai keheranan para pemimpin dunia cara mengelola negara seperti Indonesia, yang mempunyai belasan ribu pulau dan wilayah lautan yang luas.

"N‎egara kita Indonesia, bahwa negara ini sangat besar 2/3 adalah air laut atau samudera. Kalau saya bercerita jumlah pulau kita 17 ribu pulau lebih. Mereka bertanya, gimana kelolanya? Perlu diterangkan detail kepada mereka, karena memang sulit dibayangkan negara dengan 17 ribu pulau, manajemen negara ini seperti apa?" ujar dia, Jakarta, Senin (21/9/2015) malam.

"Sistem ketatanegaraan seperti apa? Saya jelaskan mendetail. Tapi kalau sudah dijelaskan mengangguk-angguk. Enggak tahu, ngerti apa enggak ngerti," lanjut dia. ‎‎

Di tengah kekayaan alam RI yang melimpah, kata Jokowi, ada 3 kesempatan yang selama ini dilewatkan dan tidak dimanfaatkan para pemimpin sebelumnya. ‎

"3 Kesempatan untuk buat fondasi kuat, pertama saat booming minyak tahun 70-80an, tapi kesempatan itu kita lewatkan karena tak bisa buat fondasi kokoh. Kedua, booming kayu yang juga tak kita gunakan untuk fondasi kuat. Kemudian yang terakhir kita punya kesempatan emas yakni minerba (mineral dan batubara) kita," beber dia.

Menurut Jokowi, pemanfaatan minerba saat ini masih dapat terus diupayakan, walau pun lambat laun jumlahnya terus berkurang. Ia yakin, bila pemanfaatan sumber daya alam dimaksimalkan untuk pembangunan, ekonomi RI akan tetap kokoh di tengah guncangan ekonomi global yang terjadi saat ini. ‎

"Inilah yang harus kita gunakan untuk buat fondasi negara kita ekonominya kokoh. Tetapi sudah disampaikan oleh Ketua Nasdem Bapak Surya Paloh, kita sedang menghadapai perlambatan ekonomi. T‎api, sebagai bangsa besar jangan mencemooh bangsa sendiri, jangan sampai itu ada. Kita namakan pola berpikir kita ini harus kita ubah. Apa pun keadaannya," pungkas Jokowi. ‎(Rmn/Mar)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya