Liputan6.com, Jambi - Titik-titik api masih membara di 3 desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, yakni Pematang Lumut, Serdang Jaya dan Muntialo. Banyaknya titik api membuat petugas gabungan kewalahan memadamkannya. Diperkirakan api telah menghanguskan 150 hektare lahan di sana.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Minggu (20/9/2015), petugas saat ini kesulitan memadamkan api, lantaran tidak adanya sumber air yang terdekat.
Advertisement
Untuk kesekian kalinya warga Jambi harus melewati akhir pekan bersama asap. Warga tidak bisa lagi melakukan aktivitas senam massal. Omzet pedagang juga merosot tajam.
Angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi naik lagi dari 140 menjadi 184, mendekati berbahaya bagi kesehatan manusia.
Kerugian yang diderita warga Jambi akibat kabut asap ini menurut salah satu organisasi pencinta lingkungan hidup Walhi setempat, selama Agustus dan September sudah mencapai Rp 7 triliun.
Penyumbang asap sebagian besar dari lahan areal perusahaan di Jambi. Namun pemerintah Provinsi Jambi hingga sampai saat ini masih belum dapat menaksir jumlah kerugian akibat kebakaran lahan.
Walhi berharap, penegakan hukum terhadap perusahaan yang membakar lahan mendapat sanksi tegas dari pemerintah. Dan derita warga Jambi segera berakhir. (Dan/Ans)