Dosen di AS Tembak Mati Pacar dan Rekannya

Tidak diketahui motif dan ia meninggalkan catatan betapa ia mencintai pacarnya

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 16 Sep 2015, 09:25 WIB
Polisi Melintasi TKP Penembakan Baltimore. (Guardian)

Liputan6.com, Missisippi- Penembakan mematikan terjadi lagi di AS. Setelah publik dikejutkan penembakan di Virginia  yang 'disiarkan secara langsung' menewaskan kameramen dan reporternya, kali ini penembakan terjadi di lingkungan pendidikan dan dilakukan seorang pengajar.

Pelaku Shannon Lamb, yang mengajar ilmu sosial dan geografi di Delta State University, diduga menembak mati pacar dan seorang rekan profesor sebelum akhirnya bunuh diri. Menurut kepolisian Missisippi, tersangka meninggalkan catatan permintaan maaf dan tidak memberikan motif pembunuhan.

Kampus segera menutup segala akses sementara polisi melakukan perburuan menangkap pria berusia 45 tahun ini. Menurut tim penyidik, Lamb menembakkan dirinya tatkala ia terkepung oleh petugas kepolisian di hutan yang tak jauh dari kampus itu.

Polisi mengatakan Lamb, menembak dan membunuh Amy Prentiss, di rumah mereka di Gautier, Mississippi. Sebelumnya, ia mengemudi dengan kecepatan 480 km ke Universitas Delta State, di mana ia menembak Ethan Schmidt, seorang asisten profesor sejarah Amerika.

"Saya sangat menyesal," kata surat Lamb dalam suratnya yang tulis dengan tangan dan ditandatangan. "Aku berharap aku bisa mengulang kembali. Aku mencintai Amy dan dia adalah satu-satunya orang yang pernah mencintaiku," seperti dikutip Reuters, Rabu (16/9/2015).

Lamb juga membuat pernyataan kepada anggota keluarga, bahwa ia tidak akan menyerahkan diri. Catatan itu ia tinggalkan di rumah.

Menurut polisi Gautier Matt Hoggatt dalam konferensi pers, pada hari Senin pagi 14 September Lamb tiba di kampus universitas di Cleveland, Mississippi. Lalu, ia menelepon polisi untuk melaporkan ia telah membunuh Prentiss malam sebelumnya.

Lamb tidak memberikan penjelasan  alasan penembakannya dan tidak menunjukkan rencana untuk menyakiti orang lain, kata Hoggatt. Polisi mengatakan bahwa kedua korban diketahui tidak saling mengenal satu sama lain.

Lamb, seorang ayah dan musisi paruh waktu bekerja di universitas sejak 2009. Ia mengajar dua mata kuliah online selama semester musim gugur dan memilih untuk tidak mengajar secara penuh, karena masalah medis, kata Presiden universitas William LaForge.

Hoggatt mengatakan tidak ada catatan kekerasan dalam rumah tangga antara Prentiss dan Lamb. "Kami tidak tahu kenapa ia melakukan ini," kata Kepala Polisi Cleveland Charles "Buster" Bingham.

Universitas rencananya akan memperingati ulang tahun ke-90 kampusnya. Namun, akibat insiden ini, mereka membatalkannya dan mengganti menyalakan lilin pada hari Selasa untuk menghormati Ethan Schmidt, ayah tiga anak yang bergabung dengan fakultas semenjak 2013. LaForge memujinya sebagai profesor "bintang".

Penembakan Universitas Delta State ini menambah daftar penembakan mematikan di kampus-kampus AS dalam beberapa pekan terakhir, termasuk di Sacramento City College di California, Texas Southern University dan Universitas Savannah State. AS kini berada di krisis penggunaan senjata api. Presiden Barack Obama berkali-kali gagal merevisi UU Senjata Api. Langkahnya dijegal oleh senat. (Rie/Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya