Kabut Asap Bikin Bandara Riau Lumpuh, Baru 2 Pesawat yang Terbang

Penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, Riau kembali lumpuh akibat kabut asap dari kebakaran hutan l

oleh M Syukur diperbarui 04 Sep 2015, 13:11 WIB
Bandara dengan pemandangan paling indah di dunia

Liputan6.com, Pekanbaru - Penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, Riau kembali lumpuh akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Dengan jarak pandang hanya 700 meter di lintasan, baru 2 pesawat yang berani terbang.

"Sementara penerbangan lainnya masih menunda keberangkatan dan kedatangan karena kabut asap. Belum bisa dipastikan kapan penerbangan dilakukan karena jarak pandang di lintasan memburuk," kata Airport Duty Manager Bandara SSK II Ibnu Hasan di Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Pesawat yang berani terbang, kata dia, adalah maskapai Garuda dan Lion Air dengan tujuan Jakarta. Keduanya berani terbang karena menginap di Bandara SSK II.

"Jarak pandang tadi pagi sempat membaik sekitar 1.000 meter, kemudian naik 1.500 meter. Beberapa jam kemudian, hingga siang ini, jarak pandang terus memburuk hingga 700 meter," tutur Hasnan.

Sebanyak 12 penerbangan dipastikan terganggu akibat kabut asap tebal yang menyelimuti langit Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Bahkan maskapai Citilink terpaksa membatalkan semua penerbangan dari dan tujuan Pekanbaru. Calon penumpang yang terlanjur membeli tiket pun terpaksa mengembalikannya.

Sebelumnya, Citilink dan Air Asia sempat mencoba mendarat di lintasan bandara. Karena tak memungkinkan, 2 maskapai itu pun dialihkan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Seharusnya, penumpang dialihkan ke Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

"Namun karena di Batam sudah penuh karena adanya pengalihan penerbangan dari Bandara Kuala Namu, Medan, makanya dialihkan ke Malaysia," jelas Hasnan.

Salah seorang calon penumpang, April mengaku tak bisa berbuat apa-apa dengan 'kelumpuhan' bandara ini. Sudah beberapa jam penerbangannya ke Jakarta ditunda karena kabut asap.

"Sebelumnya, saya juga sudah menebak bakal ada penundaan. Namun karena ada urusan ke Jakarta, saya terpaksa membeli tiket. Kenyatannya, sampai sekarang belum terbang juga," ujar seorang dosen di Riau ini.

April berharap kondisi ini tak berlangsung lama. Menurut dia, banyak kerugian yang dialami masyarakat akibat gangguan asap ini. Harapannya, pemerintah bisa cepat mengatasi musibah yang rutin menimpa Riau ini. (Ndy/Ein)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya