Gadis Manis Ini Tewas Saat Bungee Jumping 80 Meter

Tubuh tak bernyawa turis Inggris itu menggantung selama 25 menit, setelah menabrak struktur keras di bawah. Dia tewas seketika.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 23 Jul 2015, 12:03 WIB
Kleyo De Abreu, gadis manis yang tewas bungee jumping di Spanyol. (BBC)

Liputan6.com, Madrid - Gadis manis bernama Kleyo De Abreu meninggal secara tragis saat melompat dalam olahraga ekstrem bungee jumping di Spanyol. Keluarga perempuan 23 tahun itu amat shock dan putus asa mengetahui putri tercinta mereka meregang nyawa.

Kleyo De Abreu dilaporkan melompat hampir 80 meter dari Jembatan Tablate, sebuah tempat bungee jumping yang populer di Spanyol selatan. Padahal saat itu ia mengenakan perlengkapan yang aman dan sesuai.

"Bibinya menyaksikan ia melompat dari Jembatan Tablate ketika tragedi itu terjadi," kata seorang juru bicara polisi seperti dikutip dari BBC, Kamis (23/7/2015).

Tubuh tak bernyawa turis Inggris itu menggantung selama 25 menit, setelah menabrak struktur keras di bawah. Dia tewas seketika.

"Kami bekerjasama dengan pihak berwenang Spanyol dan telah menghubungi keluarga untuk memberikan dukungan pada masa sulit ini," ungkap Kantor Luar Negeri setempat seraya mengkonfirmasi kematian Kleyo.

Seorang hakim Spanyol akan menyelidiki keadaan sekitar tempat kematian mahasiswi jurusan fashion dari Brixton, yang menurut polisi mungkin disebabkan akibat kesalahan perhitungan saat melompat.

Seorang juru bicara polisi Guardia Civil mengatakan terlalu dini untuk mengetahui penyebab kematian Keylo.

"Meskipun terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang penyebab kematian, salah satu penyelidikan mengarah pada dugaan kesalahan perhitungan penggunaan tali."

Menurut penuturan si polisi, di lokasi bungee jumping itu terdapat 2 jembatan. Salah satunya adalah jembatan modern yang menjadi lokasi lompatan, sementara lainnya yakni jembatan Romawi kuno, berada di bawahnya.

Keylo diduga menghantam jembatan yang ada di bawahnya, menyebabkan cedera fatal tak lama setelah melompat.

Pihak Guardia Civil juga tengah mencoba untuk memastikan apakah aksi bungee jumping itu diselenggarakan oleh sebuah perusahaan olahraga petualangan.

Jembatan Tablate memiliki ketinggian 80 meter dan merupakan situs bungee jumping populer yang digunakan oleh beberapa perusahaan olahraga petualangan.

Bungee jumping sekitar 20 meter yang berayun di bawah jembatan, lompatan pertamanya dibanderol sekitar 35 euro atau sekitar Rp 513 ribu.

Keylo yang berasal dari London itu tengah mengunjungi bibi dan sepupunya di Spanyol selatan, setelah bepergian dari Maroko.

"Aku pernah muda, sempat kebut-kebutan naik motor dan melompat parasut untuk amal. Ini semua menyenangkan, tapi tetap harus ada peraturan keselamatan," kata Atwell seperti dikutip dari News.com.au.

"Tapi apa yang akan saya katakan adalah, jika seseorang meninggal bungee jumping maka jelas ada sesuatu yang tidak beres. Putriku sudah pergi dan tak ada yang bisa membawanya kembali, tapi aku sudah berbicara dengan keluarga dan kami sepakat tak ingin kejadian serupa terulang." (Tnt/Ein)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya