Liputan6.com, Makassar: Sekitar 3.000 karyawan PT Semen Tonasa, baru-baru ini, menyegel logo PT. Semen Tonasa sebagai wujud ancaman untuk memboikot proses produksi pabrik. Para karyawan mengancam akan memboikot pabrik berkapasitas 3,5 juta ton per tahun itu jika pemerintah pusat benar-benar menjual saham PT Semen Gresik Grup kepada PT Cemex Neuregian.
Aksi para karyawan itu digelar di halaman Kantor Pusat PT Semen Tonasa di Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Menurut mereka, jika keputusan perjanjian bersyarat pemerintah --yang kini ditunda hingga Desember mendatang-- menjadi kenyataan maka ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap 4.600 karyawan akan terjadi. Karena itu, mereka akan memboikot ladang, tambang, dan sejumlah bahan baku serta menyegel pabrik untuk menghentikan ancaman phk.
Sementara itu, Ketua Tim Spin Off Tonasa H.M. Alam Bulu khawatir penundaan keputusan tersebut hanya akal-akalan seperti halnya keputusan kenaikan bahan bakar minyak. Saat ini, tim pengambilalihan manajemen yang telah dibentuk karyawan dan direksi Tonasa sedang mempersiapkan diri untuk bertindak, meski melanggar segala aturan, termasuk perjanjian dengan PT Cemex.(PIN/Iwan Taruna)
Aksi para karyawan itu digelar di halaman Kantor Pusat PT Semen Tonasa di Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Menurut mereka, jika keputusan perjanjian bersyarat pemerintah --yang kini ditunda hingga Desember mendatang-- menjadi kenyataan maka ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap 4.600 karyawan akan terjadi. Karena itu, mereka akan memboikot ladang, tambang, dan sejumlah bahan baku serta menyegel pabrik untuk menghentikan ancaman phk.
Sementara itu, Ketua Tim Spin Off Tonasa H.M. Alam Bulu khawatir penundaan keputusan tersebut hanya akal-akalan seperti halnya keputusan kenaikan bahan bakar minyak. Saat ini, tim pengambilalihan manajemen yang telah dibentuk karyawan dan direksi Tonasa sedang mempersiapkan diri untuk bertindak, meski melanggar segala aturan, termasuk perjanjian dengan PT Cemex.(PIN/Iwan Taruna)