Mau Mudik, Pergilah di Malam Hari

Para pemudik bisa berjam-jam berada dalam mobil. Mereka yang mudik mengendarai motor lebih tinggi lagi risikonya.

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 13 Juli 2015, 05:24 WIB
Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada hari ini dan besok H-2 lebaran, Banten, Kamis, (25/7/14), (Liputan6.com/ Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Tak terasa, tinggal beberapa hari lagi umat Muslim merayakan kemenangan di perayaan Idul Fitri. Jutaan Muslim pun tengah
mempersiapkan diri untuk kembali ke kampung halamannya alias mudik

Nah, selain mempersiapkan kendaraan, Anda juga harus menjaga kesehatan. Bila perlu, usahakan mudik pada malam hari  untuk mencegah dehidrasi kala puasa siang hari.

Seperti  disampaikan Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK, risiko dehidrasi selama perjalanan saat mudik sangat tinggi. Apalagi para pemudik bisa berjam-jam berada dalam mobil. Mereka yang mudik mengendarai motor lebih tinggi lagi risikonya.

"Jangan paksakan diri mudik saat puasa. Ancaman dehidrasi bisa mengancam jiwa. Apalagi cuaca di siang hari kini begitu terik, jadi seharusnya Anda memperhatikan asupan cairan. Bila memungkinkan, lebih baik mudik pada malam hari," katanya.

Tirta menambahkan, ancaman kekurangan elektrolit saat mudik di siang hari sangat besar. Hal ini bisa mengancam gangguan jantung, ginjal, hingga kematian. "Cukupi asupan minum saat sahur dan buka agar mudik bisa lebih nyaman."

(Fit/Nrm)

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya