Belum Diajak Bicara Soal Kabinet, PAN Tunggu "Pinangan" Jokowi

Jika diajak menduduki kursi menteri setelah reshuffle, PAN akan memikirkannya dengan matang.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 07 Jul 2015, 07:40 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (tengah) berfoto bersama dengan sejumlah tokoh PAN pada penutupan Rakernas I DPP PAN, di Jakarta, Kamis (7/5/2015). Rakernas tersebut membahas mengenai konsolidasi persiapan pilkada serentak 2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Isu reshuffle atau perombakan kabinet pemerintahan Jokowi-JK kian santer. Bahkan ada kabar berembus jika Presiden Jokowi akan me-reshuffle beberapa menterinya dan memasukkan kader partai politik yang bukan menjadi koalisinya, yakni Partai Amanat Nasional (PAN).

Namun saat dikonfirmasi, Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, mengaku partainya masih menunggu "pinangan" resmi dari Jokowi untuk masuk Kabinet Kerja.

"Ya sampai sekarang ajakan itu secara resmi belum ada. Ya, kita tunggu aja dulu apa PAN benar-benar diajak atau tidak," kata Yandri saat dihubungi di Jakarta pada Senin 6 Juli 2015.

Menurut dia, jika diajak menduduki kursi menteri setelah reshuffle, PAN akan memikirkannya dengan matang. Keputusan itu akan diambil setelah rapat internal partai.

"Kalau pun diajak kita akan bicarakan melalui mekanisme partai. Misalnya melalui rapat harian atau pleno DPP PAN bahkan kalau perlu melalui rapimnas," tandas anggota Komisi II DPR tersebut.

Isu reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK kembali santer setelah Presiden Jokowi mengaku kecewa saat mendapati tidak ada perkembangan percepatan waktu bongkar muat barang (dwelling time)‎ di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dia pun mengancam beberapa menteri dan pejabat tinggi yang terkait untuk dicopot demi memperbaiki pelayanan pelabuhan perdagangan terbesar di Indonesia tersebut.

Selain itu, isu reshuffle juga semakin kencang setelah ramai rekaman salah satu menteri yang menjelek-jelekkan Presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebut. (Ali/Ndy)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya