Yunani Tak Mau Dipermalukan, Alasan Referendum Pilih Tidak

Dengan selisih suara telak, rakyat Yunani menolak seluruh ketentuan dana talangan internasional dengan memilih `Tidak`.

oleh Siska Amelie F Deil diperbarui 06 Jul 2015, 09:55 WIB
Rakyat memilih `Tidak` pada referendum Yunani dan menolak ketentuan dana talangan para kreditor

Liputan6.com, Athena - Setelah mengalami gagal bayar pada 30 Juni lalu, pemerintah Yunani akhirnya menggelar referendum pada Minggu, 5 Juli 2015 waktu setempat. Dengan selisih suara telak, rakyat Yunani menolak seluruh ketentuan dana talangan internasional.

Melansir laman BBC, Senin (6/7/2015), hasil final dari referendum yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Yunani menunjukkan 61,3 persen memilih `Tidak` untuk menolak seluruh tawaran dari para kreditor, dan 38,7 persen rakyat memilih `Iya` untuk menerima bantuan dana talangan.

Yunani yang dipimpin partai sayap kiri Syriza sebelumnya terus menggelar kampanye agar rakyatnya menolak seluruh ketentuan yang diberikan para kreditor internasional. Pemerintah di bawah pimpinan Perdana Menteri Alexis Tsipras mengatakan, seluruh ketentuan dana talangan yang diajukan tampak mempermalukan negaranya.

Seluruh lawan Yunani mengingatkan, keputusan ini dapat membuat Yunani keluar dari zona euro. Terlebih lagi, seluruh kepala negara zona euro akan menggelar pertemuan dadakan pada Selasa.

Tsipras mengatakan, minggu ini Yunani telah memilih Eropa yang penuh solidaritas dan demokrasi.

"Besok, secepatnya Yunani akan kembali ke meja negosiasi dan prioritas utama kami adalah untuk mengembalikan stabilitas finansial negara. Kali ini, utang kami yang akan dinegosiasikan mengingat IMF mengatakan, restrukturisasi utang Yunani sangat penting," terangnya.

Sayangnya, beberapa petinggi Eropa justru memandang penolakan rakyat Yunani sebagai aksi penolakan untuk berbicara kembali dengan para kreditor.

Pimpinan kelompok menteri keuangan zona euro Jeroen Dijsselbloem mengatakan, hasil referendum akan menjadi penyesalan besar bagi rakyat Yunani.

"Tsipras dan pemerintahannya telah menjerumuskan yunani ke jalan yang penuh kepahitan dan tanpa harapan," katanya.

Sebelum referendum digelar, Yunani telah berkali-kali terlibat negosiasi dengan para kreditor selama berbulan-bulan tanpa ada jalan keluar. Hingga akhirnya Yunani mengumumkan rencana menggelar referendum atas seluruh ketentuan yang ditawarkan para kreditor. (Sis/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya