Liputan6.com, Jakarta: Valentino Rossi berhasil merebut kemenangan ke-111 di Moto GP usai menjuarai Moto GP Belanda pada Sabtu (28/6/2015). Kemenangan Rossi itu cukup fantastis karena harus merebutnya di lap-lap terakhir.
Seperti diketahui, Rossi harus berjibaku dengan pembalap Honda, Marc Marquez dalam perebutan posisi juara. Marquez yang mencoba salip Rossi ternyata tak mampu lewat. Sempat muncul kontroversi jika Rossi tutup jalur Marquez. Namun pengawas lomba sebutkan jika Rossi berhak juara di saat itu dan tak ada aksi yang salah.
Kemenangan Rossi di Belanda menunjukkan betapa matangnya dia sebagai pembalap. Tanpa pengalaman dan skill, Rossi belum tentu bisa lolos dari ancaman terjatuh ketika motornya disenggol Marquez pada lap terakhir itu. Bagaimanapun itu merupakan sebuah aksi yang berani dari Rossi. Dan ternyata, itu bukan kali pertama Rossi melakukannya.
Mau tahu apa lagi aksi berani Rossi? Berikut detailnya seperti dirangkum dari berbagai sumber dan terhampar di 5 halaman berikutnya:
Advertisement
1
1. Sirkuit Phillip Island 2001 (Gelar Juara Pertama)
Inilah momen dimana Valentino Rossi merengkuh gelar juara pertamanya di Moto GP, yang saat itu menggunakan mesin 500 cc. Itu juga menjadi tahun terakhir mesin 500 cc dipakai di kasta tertinggi balap motor dunia.
Pada seri Australia di Sirkuit Phillip Island, Rossi yang membela Honda harus bersaing dengan Max Biaggi untuk meraih kemenangan. Penentuan juara terjadi di lap terakhir dimana Rossi dengan berani salip Biaggi di tikungan terakhir.
Balapan sangat seru karena Rossi akhirnya menang sekaligus memastikan dirinya juara. Rossi lebih cepat hanya 0,013 detik saja dari Biaggi saat itu. Sekadar info saja, 2 tahun berikutnya atau 2003 di Phillip Island, Rossi juga lakukan hal fantastis.
Meski di awal lomba kena sanksi 10 detik start lebih lambat, tapi Rossi berhasil memenangkan lomba dengan perbedaan waktu hingga 5 detik.
2
2. Sirkuit Welkom Afsel 2004 (Momen Pindah ke Yamaha)
Setelah tiga musim beruntun jadi juara dengan Honda, Rossi akhirnya memutuskan untuk hijrah ke rival bebuyutan Yamaha pada 2004. Kepindahan ini sangat disesalkan karena dikhawatirkan prestasi Rossi bisa anjlok.
Soalnya, Yamaha kala itu sempat 18 bulan tanpa kemenangan karena kalah cepat dari rival, Honda. Namun Rossi mampu membalikkan kekhawatiran itu dan melakukan hal-hal ajaib dengan Yamaha.
Berduel pada seri pertama di Sirkuit Welkom Afrika Selatan, Rossi buktikan diri masih hebat meski berganti motor. Bersaing dari start hingga finis, Rossi akhirnya berhasil mengecundangi rival dari Honda, Max Biaggi.