Ahok Semringah Luncurkan 20 Bus Transjakarta 'Scania' Baru

Ahok begitu semringah melihat bus Scania asal Swedia itu berjajar di Plasa Barat Monas, Jakarta Pusat.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 22 Jun 2015, 10:37 WIB
Bus rakitan anak negeri ini akan menambah armada serupa yang sudah lebih dulu mengaspal di ibukota.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meluncurkan 20 bus Transjakarta terbaru. Bus-bus ini nantinya akan melayani berbagai koridor di ibukota.

Ahok begitu semringah melihat bus Scania asal Swedia itu berjajar di Plasa Barat Monas, Jakarta Pusat. Bus yang dirakit di Indonesia ini akan menambah armada serupa yang sudah lebih dulu mengaspal di Ibukota.

"Saya sangat gembira melihat ini. Saya berusaha supaya pembelian barang di Jakarta melalui LKPP e-catalog. Sama swasta bisa beli, kenapa harus lelang. Saya dorong swasta nyumbang, di situ saya minta LKPP jadikan standar," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Ahok juga memastikan upaya sterilisasi busway, sehingga bus-bus dapat tiba di halte setiap 10 menit sekali. Dia juga sangat senang akhirnya bus berkualitas bisa melayani warga Jakarta.

"Scania dulu kenapa berhenti bangun bus baik. Kalau lelang pasti kalah dengan pruduk China yang enggak pernah kedengeran namanya. Orang kampung saya tanya, mau Mercedez Benz atau Way Chai? Mereka teriak Mercedez," imbuh dia.

Mantan politisi Golkar dan Gerindra itu juga ingin mengubah perda yang menyebut bus harus diganti setiap 10 tahun. Padahal, usia bus di luar negeri bisa sampai 50 tahun.

"Itu yang ingin kita ubah. Bus bisa sampai 50 tahun asalkan uji KIR-nya lulus," pungkas dia.

Sementara, Dirut PT Transjakarta Antonius Kosasi mengatakan, 20 bus baru ini sudah dalam tahap mengurus kelengkapan surat-surat kendaraan. Diharapkan dalam waktu dekat akan segera beroperasi.

"Kami perkirakan dapat beroperasi pada pertengahan Juli 2015. Bus ini akan dioperasikan di koridor-koridor yang memungkinkan untuk bus gandeng," terang Kosasi. (Tnt/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya