Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap bertumbuh usai momen Lebaran pada Juli ini. Pernyataan tersebut menampik ramalan kalangan pengusaha yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara ini bakal merosot setelah melewati Lebaran.
Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pemerintah mulai fokus pada investasi di saat prospek pertumbuhan ekspor dan konsumsi tengah lesu. Investasi ini akan didorong pada sumber dari Anggaran Pendapatan Negara (APBN) dan investasi swasta.
"Kita menganggarkan belanja infrastruktur di APBN cukup besar sebesar Rp 275 triliun untuk kategori belanja modal dan investasi," terang dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Jumat (19/6/2015).
Selain itu, tambah Bambang, pemerintah pun mengandalkan kegiatan penanaman modal dari investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Dari datanya, investasi swasta di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 15 persen di kuartal I tahun ini.
"Kita harus menjaga dan meningkatkan investasi BUMN dan swasta supaya bisa menjadi sumber pertumbuhan setelah Juli 2015," ujarnya.
Dijelaskan dia, apabila belanja infrastruktur terserap dan berhasil memacu investasi, maka akan menciptakan pertumbuhan ekonomi karena sebagian besar pengeluaran sudah tersedot di Mei lalu.
"Justru pertumbuhan yang tinggi dari belanja tersebut akan terjadi setelah Lebaran. Lebaran kan Juli 2015, jadi mungkin mulai naik dan akan naik cukup tinggi, yakni Agustus-September 2015," papar Bambang.
Kehadiran investasi, diyakini Bambang, akan menutup hilangnya momentum pertumbuhan ekonomi setelah Lebaran yang sebelumnya ditopang dari konsumsi dan ekspor. (Fik/Ndw)
Advertisement