Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan reproduksi merupakan aspek krusial dalam upaya menjaga kualitas hidup masyarakat. Kesadaran untuk merawat organ reproduksi perlu ditanamkan sejak usia dini guna mencegah potensi gangguan kesuburan di masa mendatang.
Salah satu bentuk perawatan dini tersebut, khususnya bagi anak laki-laki adalah melalui tindakan sirkumsisi atau sunat. Meski nampak sederhana, sunat memiliki manfaat medis yang signifikan dan tidak boleh dianggap remeh.
Advertisement
"Sunat merupakan langkah penting bagi anak laki-laki dalam menjaga kesehatan reproduksi," ujar ungkap Ketua Pelaksana Acara dan Ketua Seksi Organisasi, Kaderisasi, dan Hukum dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Deden Sukmana melalui keterangan tertulis, Selasa (1/7/2025).
Ia menjelaskan, pelepasan kulup atau kulit yang menutupi ujung penis berperan sebagai tindakan preventif terhadap berbagai risiko infeksi akibat kurang optimalnya kebersihan alat reproduksi.
Menurut Deden, anak yang telah disunat akan lebih mudah menjaga kebersihan area genital. Selain itu, sirkumsisi terbukti dapat menurunkan risiko infeksi menular seksual seperti herpes dan sifilis, serta mengurangi kemungkinan terjadinya fimosis, rasa nyeri pada kepala atau kulup penis.
Tidak hanya itu, kata dia, infeksi saluran kemih juga menjadi salah satu potensi gangguan yang dapat diminimalisir melalui tindakan ini.
Bahkan, lanjut Deden, dalam jangka panjang, sunat turut berperan dalam menurunkan risiko kanker serviks pada pasangan, apabila sang suami terhindar dari penile cancer yang kerap terjadi pada pria yang tidak disunat.
"Namun demikian, tantangan masih dihadapi oleh masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera. Keterbatasan finansial dan ketakutan anak terhadap rasa sakit sering kali menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan sunat. Untuk menjawab tantangan tersebut, PPNI secara aktif menyelenggarakan program sunatan massal gratis bagi masyarakat yang membutuhkan," papar Deden.
Puluhan Anak Disunat
Menurut Deden, salah satu bentuk implementasi program tersebut berlangsung pada Sabtu, 28 Juni 2025, di wilayah Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara PPNI Kembangan, Provisio Consulting dan PT Pro Visioner Konsultindo.
"Sebanyak 50 anak berusia 5 hingga 12 tahun dari keluarga kurang mampu telah berhasil dikhitan dalam kegiatan tersebut," jelas Deden.
Sementara itu, seorang pengemudi ojek daring Muhaimin yang membawa putra ketiganya, Raffan Ainur Mudawar menyampaikan medapatkan pelayanan nyaman.
"Pelayanannya nyaman dan gratis. Anak-anak juga tidak takut karena sunat dilakukan bersama teman-teman sebaya," kata Muhaimin.
Ia mengaku sangat terbantu dengan program ini, terlebih karena kondisi ekonomi yang belum stabil.
Partisipasi aktif Provisio Consulting dan PT Pro Visioner Konsultindo dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Kemudian, Direktur Provisio Consulting, Hariyanto menyampaikan, sebagai perusahaan konsultan yang tidak hanya berfokus pada profitabilitas, Provisioner secara konsisten menanamkan nilai kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.
"Dukungan dalam bentuk program kesehatan masyarakat, khususnya untuk kelompok rentan dan prasejahtera, menjadi salah satu pilar utama CSR perusahaan," kata dia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin turut serta membangun lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan solidaritas sosial di tengah masyarakat," sambung Hariyanto mewakili kedua entitas.
Ia menambahkan, partisipasi Provisio Consulting dan PT Pro Visioner Konsultindo bukan sekadar bentuk bantuan filantropis, tetapi merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam mendorong pemerataan akses terhadap layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.