Dapat Ancaman Pembunuhan, Perekrut Mary Jane Serahkan Diri

Petugas mengawal Maria Kristina Sergio (berkacamata hitam), perempuan yang diduga perekrut terpidana mati kasus narkoba Mary Jane, saat konferensi pers di markas polisi Camp Crame, Kota Quezon, Filipina, Rabu (29/4/2015). (AFP PHOTO/NOEL CELIS)

oleh Arny Christika Putri diperbarui 30 Apr 2015, 17:15 WIB
Dapat Ancaman Pembunuhan, Perekrut Mary Jane Serahkan Diri
Petugas mengawal Maria Kristina Sergio (berkacamata hitam), perempuan yang diduga perekrut terpidana mati kasus narkoba Mary Jane, saat konferensi pers di markas polisi Camp Crame, Kota Quezon, Filipina, Rabu (29/4/2015). (AFP PHOTO/NOEL CELIS)
Maria Kristina Sergio, perekrut terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane saat konferensi pers di markas polisis Camp Crame, Filipina, Rabu (29/4/2015). Maria menyerahkan diri karena mengaku menerima ancaman pembunuhan. (AFP PHOTO/NOEL CELIS)
Petugas mengawal Maria Kristina Sergio (berkacamata hitam), perempuan yang diduga perekrut terpidana mati kasus narkoba Mary Jane, saat konferensi pers di markas polisi Camp Crame, Kota Quezon, Filipina, Rabu (29/4/2015). (AFP PHOTO/NOEL CELIS)
Maria Kristina Sergio (berkacamata hitam), perekrut terpidana mati Mary Jane dikawal petugas usai melakukan konferensi persi di Markas Polisi Camp Crame, kota Quezon, Filipina, Rabu (29/4/2015). (AFP PHOTO/NOEL CELIS)
Petugas mengawal Maria Kristina Sergio (berkacamata hitam), perempuan yang diduga perekrut terpidana mati kasus narkoba Mary Jane, saat konferensi pers di markas polisi Camp Crame, Kota Quezon, Filipina, Rabu (29/4/2015). (AFP PHOTO/NOEL CELIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya