Uniknya Drone Ambulans

Dengan drone berkecapatan 100 kilometer per jam ini, pertolongan bisa datang lebih cepat. Para penderita penyakit jantung cepat tertolong.

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 28 Apr 2015, 19:08 WIB
Selama ini drone mendapatkan pematangan teknologi melalui penggunaan dalam bidang militer.

Liputan6.com, Delft - Selama ini drone mendapatkan pematangan teknologi melalui penggunaan dalam bidang militer. Penggunaan itu bahkan termasuk dalam misi penghilangan nyawa lawan.

Namun suatu tim di unversitas di Belanda merancang drone untuk keperluan menyelamatkan nyawa orang lain.

Tim mahasiswa pascasarjana dari TU Delft itu menciptakan drone ambulans, yang membawa alat bantu darurat ke tempat kejadian darurat medis. Misalnya ke tempat kejadian serangan jantung.

Menurut data yang berlaku di Uni Eropa, dari 800 ribu penderita serangan jantung di kawasan Uni Eropa, hanya 8% penderita yang dapat bertahan hidup. Karena pertolongan biasanya datang terlambat.

Dengan drone berkecapatan 100 kilometer per jam ini, pertolongan bisa datang lebih cepat. Sehingga tingkat keselamatan para penderita jantung naik mencapai 80%.

Drone ambulans ini membawa segala jenis keperluan darurat medis dan dapat dikirimkan melalui udara, sehingga tidak terganggu dengan kemacetan jalan raya.

Pencipta proyek ini, Alec Momont, disponsori oleh Living Tomorrow dan difasilitasi oleh lembaga pendidikan tinggi bidang teknik yang ternama di Belanda, TU Delft.

Daily Mail menyebutkan, harga drone ini sebesar US$19 ribu, atau setara dengan lebih dari Rp 247 juta. Drone ambulans dengan 6 baling-baling ini memiliki warna khas untuk layanan darurat medis, dan dapat melayani kawasan hingga seluas 12 kilometer persegi.

Ke depannya, Alec Momont berupaya merancang drone yang juga dapat mengangkut tabung oksigen.

(Alx/Tnt)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya