Liputan6.com, Jakarta - Tidak jarang tendangan penalti kerap menjadi sorotan. Hadiah yang diberikan oleh hakim lapangan pada menit-menit akhir ataupun ‘keberpihakan’ kepada tim tuan rumah sering kali menghadirkan kontroversi.
Wasit juga manusia. Tentunya, mereka berusaha seadil mungkin dalam memberi keputusan, mewakili Tuhan di atas lapangan, selama 90 menit pertandingan berlangsung.
Terdapat enam tendangan penalti yang mewarnai awal QNB League 2015. Lima diantaranya diberikan oleh wasit kepada tim tuan rumah. Empat dari enam penalti tersebut pun dipercayakan kepada pemain asing.
Sejauh ini, belum ada satupun tim yang diberikan hadiah tendangan penalti oleh wasit mengalami kekalahan. Bahkan, dua buah penalti menjadi penentu hasil akhir pertandingan.
Berikut analisa 6 tendangan 12-pas pertama di ajang QNB League 2015:
Advertisement
Bambang Pamungkas vs Arema Cronus
Bambang Pamungkas vs Arema Cronus
Persija Jakarta yang bertandang ke Stadion Kanjuruhan cenderung memainkan umpan-umpan direct serta kombinasi gerakan yang cukup membahayakan pada laga perdananya di QNB League 2015. Sempat tertinggal, Macan Kemayoran justru makin proaktif dalam melakukan penetrasi serangan.
Barisan pertahanan Arema Cronus pun sering kali dibuat kerepotan, tidak jarang mereka terpaksa melanggar pemain-pemain depan Persija demi memutus serangan.
Hingga pada menit ke-19, Puthut Wibowoadi yang bertindak sebagai wasit pada laga itu memberikan sebuahtendangan penalti bagi Persija. Hadiah ini diberikan menyusul pelanggaran yang terpaksa dilakukan Victor Igbonefo kepada Bambang Pamungkas yang dalam posisi berbahaya menyambut umpan panjang langsung dari Ismed Sofyan.
Bepe sendiri menjadi eksekutor tendangan penalti pertama di QNB League 2015 itu. Dengan tenang, ia berhasil melesakkan bola ke pojok kiri bawah gawang Kurnia Meiga. Gol itu pun berhasil menyamakan skor menjadi 1-1.
Fabiano Beltrame vs Persija Jakarta
Fabiano Beltrame vs Persija Jakarta
Masih pada laga yang sama, Arema Cronus yang menjadi tuan rumah justru tertinggal dari tim tamu, Persija Jakarta. Mencoba mengejar ketertinggalannya, usaha Singo Edan justru terasa semakin sulit saat Ahmad Alfarizie diganjar kartu merah pada menit ke-85.
Di menit-menit akhir, beruntung dewi fortuna berpihak kepada tuan rumah. Pada menit ke-90, wasit Puthut Wibowoadi menilai Rohit Chand dengan ‘tidak sengaja’ menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti sendiri.
Hadiah tendangan penalti yang diberikan kepada tuan rumah berhasil dikonversikan justru oleh sang mantan kapten Macan Kemayoran, Fabiano Beltrame. Eksekusinya yang mengarah lurus ke bagian tengah-atas gawang mengamankan satu poin bagi Arema, setelah berhasil menaklukkan Adixi Lenzivio.