Bos Exxon Yakin Harga Minyak Bakal Tetap Murah

CEO ExxonMobil Rex Tillerson mengatakan, harga minyak akan tetap rendah dalam jangka panjang mengingat produksi yang belum melambat

oleh Siska Amelie F DeilDiterbitkan 23 April 2015, 12:35 WIB
Ilustrasi Tambang Minyak 5 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, New York - Produksi minyak masih tetap tinggi meskipun harga minyak telah merosot sekitar 50 persen dari pertengahan tahun lalu. Tak heran jika CEO ExxonMobil Rex Tillerson mengatakan, harga minyak akan tetap rendah dalam jangka panjang.

Mengutip laman Time, Kamis (23/4/2015), meskipun ada banyak sinyal yang menunjukkan harga minyak dapat menguat kembali, Tillerson masih merasa ragu hal itu akan terjadi dalam waktu dekat.

"Harga minyak masih akan tetap rendah untuk beberapa tahun ke depan," katanya saat menghadiri Konferensi IHSCeraWeek di Houston.

Meskipun jangka panjang tersebut sulit diprediksi, tapi ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa harga minyak tak mungkin meningkat lebih tinggi dibandingkan harga saat ini dalam waktu dekat. Salah satu alasannya adalah pasokan minyak mentah dunia yang terus meningkat.

Meski produksi telah melambat dalam beberapa pekan terakhir, jumlahnya masih jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata dalam lima tahun terakhir. Hingga produksi melambat dan tingkat konsumsinya meningkat, harga minyak akan sulit naik kembali.

Faktor signifikan lain yang dapat menghambat peningkatan harga minyak adalah banyaknya sumur produksi yang hampir rampung. Saat ini ada ratusan sumur yang hampir rampung tapi sengaja tidak diselesaikan karena masih menunggu harga minyak naik.

Itu berarti akan ada ratusan sumur yang memproduksi minyak saat harga minyak naik, dan tentu saja akan kembali memicu harga turun. Dampaknya memang masih diperdebatkan tapi CEO ConocoPhillips Ryan Lance merasa kondisi tersebut dapat memicu harga minyak turun kembali.

"Kalau Anda mendapatkan sinyal pergerakan harga, Anda akan lebih dulu mempertimbangkan pasokan minyak yang muncul. Jika harga menguat ke US$ 80-US$ 90, maka peluang harga turun ke US$ 50-US$ 60 juga besar karena banyaknya produksi minyak saat itu," terang Lance.

Lebih dari itu, industri minyak juga akan melihat penurunan biaya pengeboran minyak. Saat harga minyak naik, biaya pengeboran juga nai menyusul permintaan peralatan pompa dan penyediaan lahan. (Sis/Ndw)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya