Liputan6.com, Jakarta Di mata violis Cecillia Young, pahlawan Nasional RA Kartini adalah wanita yang cerdas, suka membaca dan tidak pernah patah semangat. Dirinya pun merasa bangga karena beliau sudah memperjuangkan martabat kaum perempuan di masanya.
"Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, beliau mampu merubah kaum wanita dari belenggu diskriminasi," ujar Cecillia kepada wartawan, Senin (20/4/2015).
Advertisement
Buah dari perjuangannya RA Kartini, dianggap oleh perempuan yang sering mengisi berbagai acara resmi ini mampu membuat Indonesia menghargai kaum wanita.
"Emansipasi memang sudah terjadi di Indonesia, seperti halnya kaum wanita banyak yang berkontribusi baik di bidang pendidikan, ekonomi maupun politik. Namun di era globalisasi ini masih banyak penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan," ujarnya.
Selain RA Kartini, menurut Cecillia, sosok yang juga menjadi pahlawan emansipasi wanita ada beberapa. Mereka semua sudah memperjuangkan kaum perempuan yang tertindas di zamannya.
"Tokoh emansipasi wanita lainnya adalah Dewi Sartika, beliau sejak kecil sudah menunjukkan bakat sebagai pendidik, dan kegigihan untuk meraih kemajuan. Beliau juga mendirikan sekolah untuk kaum wanita. Banyak tokoh emansipasi lainnya dalam masa perang dahulu seperti Cut Nyak Dhien dsb," katanya.
Lalu, apakah Cecillia memiliki cara untuk meneruskan perjuangan RA Kartini? "Keinginan tentu saja ada misalnya memperkenalkan dan mengajarkan main biola kepada kaum wanita, atau kegiatan-kegiatan lain yang intinya dapat memberi inspirasi kepada para wanita, agar kaum wanita dapat menghargai dirinya sendiri, sehingga dihormati orang lain, dan meningkatkan taraf ekonomi kaum wanita," pungkasnya.