Liputan6.com, Los Angeles, Amerika Serikat Kalau mengamati kiprah Punk di industri musik saat ini, terlihat betul kalau nama-nama pelopor seperti Iggy Pop, Sex Pistols, The Clash, atau The Ramones sudah mulai tergantikan oleh para generasi baru yang mengaku sebagai tonggak dari sebuah evolusi musik.
Beruntung, meski terkesan tragis, evolusi yang muncul di era 2000 -an tersebut perlahan-lahan menjelma menjadi jembatan bagi para pendengar musik awam yang tidak begitu mengerti akan musik punk.
Advertisement
Harapannya, melalui album-album punk bernada ramah yang kini tersebar luas di pasaran, para penikmat musik bisa tertantang untuk mendalami aliran yang sudah berdiri sejak tahun 1970 -an ini.
Jadi, penasaran dengan musik punk? coba dengarkan "5 Album Punk Pop Paling Ramah" versi kami berikut ini:
Selanjutnya
Fall Out Boy - Infinite of HighAlbum 'Infinite of High' lahir di tahun 2007. Bernafaskan 14 lagu yang terkonsep dan bertempo jauh lebih rapih di banding album sebelumnya, karya ketiga Fall Out Boy itu pun sukses meraih review positif dari para pengamat musik dunia.Apalagi, dengan gaya RnB yang tak bisa lepas dari sang vokalis Patrick Stump, warna dari band yang digawangi oleh Patrick Stump (vokal), Joe Trohman (gitar), Pete Wentz (bass), dan Andy Hurley (drum) pun semakin berbeda dan nyaman di telinga.Lagu Hits:Hum HallelujahI'm Like a Lawyer with the Way I'm Always Trying to Get You Off (Me & You)
Selanjutnya
Good Charlotte - The Chronicles of Life and Death
Tidak seperti para punggawa punk lainnya, band asal Maryland Good Charlotte adalah band yang kerap menjadi sasaran cibiran dari para penikmat Punk di seluruh dunia.
Pasalnya, meski menggunakan atribut punk di setiap penampilannya, lirik-lirik yang dilantunkan oleh Good Charrlotte bisa dibilang mellow dan kerap mengangkat tema-tema kemewahan yang sebenarnya menjadi musuh bagi para kaum Punk.
Alhasil, di luar fans yang begitu mengaguminya, band yang digawangi oleh Joel Madden (vokal), Benji Madden (gitar 1), Billy Martin (gitar 2), Paul Thomas (bass), dan Dean Butterworth (drum) itu kerap menjadi bulan-bulanan di situs jejaring sosial. Terutama saat mendekati album baru.