Kota Aden Penuh Mayat, Palang Merah Serukan Gencatan Senjata

Palang Merah menyerukan gencatan senjata 24 jam di Yaman untuk membawa pasukan medis yang sangat dibutuhkan setelah pertempuran sengit.

oleh Anri Syaiful diperbarui 05 Apr 2015, 05:35 WIB
Warga Yaman berdiri di puing-puing rumah yang hancur akibat serangan udara di dekat Kota Sanaa. (Reuters/Khaled Abdullah)

Liputan6.com, Aden, Yaman - Pertempuran antara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melawan pemberontak Al-Houthi di Yaman, masih berlangsung sengit. Di Kota Aden, misalnya, pertempuran tersebut turut mengakibatkan banyak warga sipil yang tewas.

"Jalan-jalan Kota Aden penuh dengan mayat," demikian laporan Palang Merah seperti dilansir BBC yang dikutip, Minggu (5/4/2015).

Untuk itu, Palang Merah menyerukan gencatan senjata 24 jam di Yaman untuk membawa pasukan medis yang sangat dibutuhkan setelah pertempuran sengit. "Tim penyelamat harus mengakses Kota Aden, atau banyak warga sipil yang akan mati," seru Palang Merah.

Hingga kini, peperangan di kota pelabuhan selatan tersebut telah meningkat dengan serangan udara Arab Saudi. Gempuran udara ini bertujuan memukul mundur pemberontak Syiah Houthi.

Dalam 2 pekan terakhir, pertempuran di Yaman menewaskan lebih dari 500 orang dan sekitar 1.700 terluka. Selama 10 hari, pesawat-pesawat Angkatan Udara Arab Saudi dan kapal telah membombardir posisi pemberontak.

Palang Merah mengatakan, 48 ton peralatan medis telah disiapkan untuk mengobati 3.000 orang yang berada dalam medan peperangan. Sementara itu Presiden Yaman Abdrabbuh Mansour Hadi melarikan diri ke Arab Saudi pada Rabu 25 Maret silam, setelah pasukan pemberontak merangsek ke wilayah Aden. (Ans)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya