Penyesalan Jacklin dari Rutan Pondok Bambu

PENYESALAN memang selalu datang belakangan. Begitu juga yang dirasakan mantan penyanyi cilik Jacklin Elissa yang kini meringkuk di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur. Cewek kelahiran 29 Maret 1992 ini mengaku kapok bersentuhan dengan narkoba yang telah mengantarkannya untuk menginap di <i>hotel prodeo</i>. Petualangan Jacklin dengan narkoba kemungkinan akan semakin menggila apabila Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tak menggerebek rumahnya. Dari rumah pelantun lagu <i>Marilah K...

oleh Liputan6Diterbitkan 24 April 2003, 14:07 WIB
PENYESALAN memang selalu datang belakangan. Begitu juga yang dirasakan mantan penyanyi cilik Jacklin Elissa yang kini meringkuk di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur. Cewek kelahiran 29 Maret 1992 ini mengaku kapok bersentuhan dengan narkoba yang telah mengantarkannya untuk menginap di hotel prodeo. Petualangan Jacklin dengan narkoba kemungkinan akan semakin menggila apabila Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tak menggerebek rumahnya. Dari rumah pelantun lagu Marilah Kemari ini polisi menemukan lima paket putaw beserta alat suntik dan uang yang diduga hasil menjual narkoba sebesar Rp 400 ribu. Di kamar Jacklin, polisi juga menemukan tujuh paket heroin yang dikemas dalam plastik hitam dan satu paket yang dibungkus plastik bening. Melihat barang terlarang yang cukup banyak, polisi menduga Jacklin bukan hanya pemakai tetapi juga sebagai pengedar. Namun, tuduhan itu dibantah perempuan berkulit putih ini. Menurut Jacklin, barang itu adalah titipan rekannya. "Saya hanya pemakai ringan," kata Jacklin yang mengaku kecanduan narkoba setelah dicekoki Eza Yayang. Eza yang personel grup musik DOT adalah pacar Jacklin saat itu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya