Kemala Motik: Joan Tanamal Korban Keadaan

SETELAH eksepsinya ditolak majelis hakim, sulit bagi mantan artis cilik Joan Tanamal mengelak dari jerat hukum dalam kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya. Namun, menurut aktivis wanita Kemala Motik Abdul Gafur, Joan adalah korban keadaan. Itulah sebabnya, Kemala bersama rekan-rekan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Crisis Center Wanita Indonesia menyaksikan persidangan putri mendiang Tanti Josepha dan Enteng Tanamal itu. &quot;Kedatangan kami untuk men<i>support</i> dia (Joan),&quot; kata ist...

oleh Liputan6Diterbitkan 19 September 2002, 13:37 WIB
SETELAH eksepsinya ditolak majelis hakim, sulit bagi mantan artis cilik Joan Tanamal mengelak dari jerat hukum dalam kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya. Namun, menurut aktivis wanita Kemala Motik Abdul Gafur, Joan adalah korban keadaan. Itulah sebabnya, Kemala bersama rekan-rekan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Crisis Center Wanita Indonesia menyaksikan persidangan putri mendiang Tanti Josepha dan Enteng Tanamal itu. "Kedatangan kami untuk mensupport dia (Joan)," kata istri politisi Abdul Gafur itu. Langkah Kemala tak berhenti dengan memberi dukungan moril saja. Adik pengusaha Dewi Motik Pramono ini juga berencana mengajak Joan masuk ke pusat rehabilitasi. Dengan begitu, diharapkan sulung dari dua bersaudara ini bisa bebas dari narkoba. "LSM kita punya crisis center yang bagus buat Joan," ujar Kemala, berpromosi. Masalah penyalahgunaan obat-obatan juga menjadi perhatian penyanyi anak-anak Mega Utami. Kelahiran Jakarta, 2 April 1992 ini mengaku sedih melihat pemakai narkoba tidak hanya marak di kalangan orang dewasa. "Narkoba sudah menjalar ke anak-anak sekolah," kata bocah yang terlibat dalam film "Syukur 21" itu. Kepada teman-teman sebayanya, Mega berpesan, "Jangan coba-coba deh pake obat-obatan." Tuh, anak kecil aja tau.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya