Kehangatan Natal Keluarga Beda Keyakinan

UMAT kristiani 25 Desember kemarin berhimpun mengelu-elukan Yesus Kristus dengan puji-pujian dan nyanyian merdu khas Natal. Setiap keluarga pun lalu berkumpul dan berdoa bersama. Tradisi Natal seperti itu juga dijalankan penyanyi Andre Hehanusa. "Kalau sama keluarga dekat, kita ada tukar-menukar kado," ungkap Andre di Jakarta, baru-baru ini. Khidmatnya Natal membawa pengalaman tersendiri bagi artis Nurul Arifin. Meski tidak merayakan, Nurul tetap ikut mempersiapkan perayaan Natal ba...

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Desember 2004, 14:27 WIB
UMAT kristiani 25 Desember kemarin berhimpun mengelu-elukan Yesus Kristus dengan puji-pujian dan nyanyian merdu khas Natal. Setiap keluarga pun lalu berkumpul dan berdoa bersama. Tradisi Natal seperti itu juga dijalankan penyanyi Andre Hehanusa. "Kalau sama keluarga dekat, kita ada tukar-menukar kado," ungkap Andre di Jakarta, baru-baru ini. Khidmatnya Natal membawa pengalaman tersendiri bagi artis Nurul Arifin. Meski tidak merayakan, Nurul tetap ikut mempersiapkan perayaan Natal bagi suaminya, Mayong Suryoleksono. Misalnya, menyiapkan makanan saat Mayong mengikuti misa di gereja. Namun tahun ini Nurul lupa membelikan pohon Natal untuk Mayong. Kehangatan Natal di keluarga Andre dan Nurul memang tak jauh beda. Pohon Natal yang terang, kado berserakan serta tumpah ruahnya makanan dan keriangan anak-anak. Tapi ada yang lebih dari semua itu. Kedamaian dan toleransi antaragama. Dua hal itulah yang membuat tali kasih Nurul dan Mayong serta Andre dengan Cut Rizky Theo semakin erat. Selain itu Nurul dan Mayong sama-sama berkomitmen untuk bertahan. "Komitmen bahwa saya menikahi dia karena cinta," ujar Nurul. Begitu juga dengan Andre dan Cut Rizky Theo yang muslimat. Andre dan Kiki--sapaan Cut Rizky--selalu berusaha menghargai keyakinan masing-masing. Mereka pun sepakat tidak memaksa anaknya, Tama, untuk memilih agama yang dianutnya. "Saya menganut paham moderat," kata Andre. Pasangan artis Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen pun semakin menikmati keindahan dalam toleransi beragama. Nia menjalani perbedaan keyakinan dalam rumah tangganya itu dengan kasih sayang dan tulus ikhlas. Dan Nia pun mulai memahami makna Natal. Di mata Nia, Natal adalah waktu untuk berbagi kasih antarsesama. Karenanya sejak awal Desember, Nia berusaha tidak memberikan persoalan yang bisa membuat suaminya pusing atau kesal apalagi marah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya