Lufthansa: Kopilot Germanwings 100% Lulus Tes Penerbang

Setelah lulus dari pelatihan, Lubitz langsung bergabung dengan Germanwings pada September 2013,

oleh Muhammad Ali diperbarui 27 Mar 2015, 05:00 WIB
Kopilot germanwings Andreas Lubitz yang berusia 28 tahun memiliki 630 jam terbang. (BBC)

Liputan6.com, Paris - Pimpinan eksekutif Lufthansa, Carsten Spohr, menegaskan bahwa kopilot Germanwings, Andreas Lubitz, layak terbang tanpa adanya keberatan dari pihaknya. Dia menyatakan kopilot Andreas Lubitz telah lulus sejumlah tes.

Lubitz diduga sengaja menjatuhkan pesawat Germanwings -anak perusahaan Lufthansa- di kawasan pegunungan Alpen Prancis, dan menewaskan seluruh 150 orang di dalamnya.

Pria berusia 28 tahun itu memulai pelatihan pada tahun 2008 dan sempat berhenti selama 11 bulan. Hal itu dinilainya bukan sebagai hal yang tidak biasa. Dia kemudian menjalani pengkajian ulang dan hasilnya Lubitz boleh melanjutkan pelatihan.

"Akhirnya dia lulus semua pemeriksaan kesehatan dan semua latihan penerbangan. Dia 100% layak terbang tanpa pembatasan apapun," tegas Spohr, seperti dikutip BBC, Jumat (27/3/2015)

Dia menambahkan setelah lulus dari pelatihan, Lubitz langsung bergabung dengan Germanwings pada September 2013. Dan dia memiliki 630 jam terbang.

Menurut Spohr, insiden jatuhnya pesawat 4U 9525 itu membuat mereka terkejut dengan peristiwa dalam beberapa hari ini.

"Dalam mimpi terburuk kami, kami tidak bisa membayangkan tragedi seperti ini terjadi di dalam perusahaan kami."

Spohr juga mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menjamin sepenuhnya kalau seorang pilot jahat ingin menabrakkan pesawat.

"Saya ingin mengulang, terlepas dari kriteria keamanan Anda dan bahkan jika amat, amat canggih, Anda tidak bisa mencegah peristiwa individual seperti itu. Tidak ada sistem di dunia yang bisa melakukan hal itu,"  tegas dia.

Bagaimanapun Lufthansa menegaskan akan bekerja sama dengan pemerintah, otorita penerbangan, dan asosiasi pilot untuk mengkaji standar pelatihan dan perekrutan pilot.

Sebelumnya jaksa Marseille, Brice Robin, mengatakan pilot kedua dalam pesawat Germanwings tampaknya ingin 'menghancurkan pesawat' dengan mengutip informasi dari kotak hitam perekam suara di kokpit.

Jaksa Robin mengatakan, pilot kedua yang bernama Andreas Lubitz secara sengaja mulai menurunkan pesawat ketika kapten pilot terkunci di luar kokpit.

"Kami mendengar pilot meminta kopilot untuk mengendalikan pesawat dan kami mendengar pada saat yang sama suara kursi digerakkan ke belakang dan suara pintu ditutup," tutur Robin kepada para wartawan.

"Pada saat itu, kopilot mengendalikan pesawat sendirian. Ketika dia sendiri, kopilot menekan tombol sistem pengawasan penerbangan untuk mengambil tindakan menurunkan pesawat," ujar Robin.

"Tindakan untuk mengendalikan ketinggian ini hanya bisa dilakukan secara sengaja," imbuh dia.

Pesawat Airbus A320 dengan perjalanan dari Barcelona ke Dusseldorf itu jatuh di pegunungan Alpen Prancis pada Selasa 24 Maret 2015. Sebanyak 150 penumpang termasuk kru pesawat tewas dalam tragedi tersebut. (Ali)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya