Liputan6.com, Jakarta - Beberapa bintang sepak bola Indonesia pernah merasakan kariernya seolah berada di titik nadir. Sebabnya beragam, ada yang disebabkan cedera berkepanjangan, minimnya kesempatan bermain hingga harus puas jadi penghangat bangku cadangan gara-gara performa yang inkonsisten.
Namun, hal itu tidak membuat beberapa bintang sepak bola Tanah Air ini menyerah. Mereka justru memiliki tekad lebih kuat untuk meraih kesuksesan dan memberikan bukti bahwa dirinya belum habis.
Advertisement
Dari deretan nama pemain itu, kiper Sriwijaya FC Dian Agus Prasetyo dan kapten dan legenda hidup Persipura Jayapura Boaz Solossa layak diacungi jempol karena tidak menyerah walau sempat didera cedera parah. Keduanya mampu bangkit walau sempat terpuruk.
Selain Boaz dan Dian Agus, ada tiga nama pesepak bola Indonesia lainnya yang mampu bangkit dari keterpurukan. Siapa saja mereka? Berikut Liputan6.com coba merangkumnya :
Lanjut ke halaman berikutnya -->
Dian Agus Prasetyo
Dian Agus Prasetyo
Kiper kelahiran Ponorogo, Jawa Timur sempat merasakan masa-masa kelam dalam karier sepak bolanya. Hal itu terjadi saat Dian Agus mengalami patah tulang kering semasa memperkuat Arema ISL saat terjadinya dualisme kompetisi musim 2011/12 lalu.
Akibat cedera tersebut, kiper berpostur 185 cm harus pasrah menepi selama lima bulan. Bayang-bayang kariernya makin redup pun mulai terbayang.
Faktanya, Dian Agus justru kembali dengan lebih kuat. Bersama klubnya Barito Putera, bergantian mengawal gawang tim asal Kalimantan bersama Aditya Harlan.
Semusim bersama 'Laskar Antasari', mantan pemain Pelita Jaya Karawang hijrah ke tim Kalimantan lainnya, Mitra Kutai Kartanegara. Sosoknya tidak tergantikan di bawah mistar 'Naga Mekes'. Ia tampil dalam 20 pertandingan dan membawa 'Naga Mekes' lolos hingga babak delapan besar ISL 2014.
Penampilan apik kiper yang kini jadi langganan timnas membuat klub calon juara ISL 2015 Sriwijaya FC meminangnya awal musim ini.
Lanjut ke halaman berikutnya -->
Kim Jeffrey Kurniawan
Kim Jeffrey Kurniawan
Pemain naturalisasi ini sempat kesulitan mencari klub. Kenyataan itu harus diterima oleh adik ipar Irfan Bachdim setelah masa seleksi yang dilakoni di Thailand berujung pada kegagalan.