Harga Minyak Susut di Tengah Kekhawatiran Membanjirnya Pasokan

Harga minyak diprediksi terus turun dalam jangka pendek.

oleh NurmayantiDiterbitkan 18 Maret 2015, 06:20 WIB
Ilustrasi Tambang Minyak 5 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, New York - Kekhawatiran tingginya pasokan mendorong harga minyak mentah dunia jatuh pada Rabu ini. Di mana adanya pernyataan Iran mengenai produksi yang lebih tinggi dan kemungkinan pencabutan sanksi lebih lanjut.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka jatuh ke posisi US$ 42,63 per barel. Ini merupakan level terendah sejak Maret 2009 di posisi US$ 42,51 per barel. Sedangkan minyak mentah berjangka Brent melayang mendekati posisi terendah dalam enam tahun di bawah US$ 53 per barel, melansir laman CNBC.

Amrita Sen, Kepala Analis Minyak pada Energy Aspects memperkirakan harga minyak akan turun lebih rendah dalam jangka pendek, di mana minyak Brent jatuh ke posisi US$ 40 per barel dan WTI menembus di bawah US$ 40 per barel.

"Ini (perdagangan) posisi dan dolar AS yang menonjolkan kecenderungan untuk menurun, pasti," kata analis berbasis di London tersebut.

Dia mengatakan, mungkin semua lupa jika pada bulan Maret, April menjadi tren penurunan harga minyak. "Ini adalah persis ketika minyak jatuh setiap tahun. Tentu, kita biasanya datang dari US$ 110 menjadi US$ 90, tapi ini adalah waktu ketika kilang masuk ke perawatan."

Harga WTI telah jatuh sekitar 60 persen sejak pertengahan Juni tahun lalu, dan sekitar 18 persen di bawah rebound terlihat pada pertengahan Februari, ketika berjangka mendorong kembali ke sekitar US$ 53 per barel. (Nrm)

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya