Fenomena Begal, Ini Komentar Pentolan Brotherhood Bandung

Vice President Bikers Brotherhood MC West Java, Dede Edun mengomentari maraknya aksi para begal di jalanan.

oleh Kukuh Saokani diperbarui 16 Mar 2015, 06:20 WIB
Ilustrasi Begal Motor

Liputan6.com, Bandung - Fenomena begal terjadi di seluruh pelosok Indonesia. Para pelaku kejahatan menggunakan sepeda motor dan senjata tajam dalam melancarkan aksinya. Tidak sedikit pelaku yang disinyalir dari kelompok bermotor tertentu.

Melihat fenomena ini, Vice President Bikers Brotherhood MC West Java, Dede Edun menuturkan hal tersebut adalah murni kriminalitas. Bila ada salah satu di antaranya merupakan anggota kelompok bermotor itu adalah oknum.

Namun kepastian bahwa pelaku adalah kelompok bermotor haruslah dengan bukti yang kuat, yaitu kartu keanggotaan dari kelompok bermotor. Karena banyak ditemukan bahwa pelaku hanya mengaku-ngaku dari kelompok bermotor tertentu.

"Fenomena begal motor itu murni kriminalitas dari pelaku. Tidak ada sangkut-pautnya sama kelompok bermotor atau orang yang menggunakan sepeda motor dari mana pun," tukas Dede kepada Liputan6.com di Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/3/2015).

"Tidak bisa mengklaim dari kelompok tertentu karena kadang-kadang nggak ada bukti itu ke kelompok bermotor tertentu kecuali ada kartu anggotanya karena selama ini baru katanya. Sekarang pelaku kejahatan banyak mengaku sebagai polisi apalagi sebagai kelompok bermotor," imbuh dia.

Dede menekankan, ia mendukung para pelaku kejahatan ditindak tegas karena hal tersebut jelas mengganggu dan membahayakan para pengguna jalan raya. "Harus ditindak tegas. Itu jelas membahayakan para pengguna jalan dan masyarakat. Kita dukung pihak kepolisian dalam pemberantasan ini."

Bahkan, lanjut dia, tak sedikit saat Brotherhood sedang konvoi menemukan pelaku kejahatan dan ditangkap.

"Kita sering ketemu pelaku kejahatan (begal motor) dan terpergok. Kita tangkap dan diserahkan kepada pihak kepolisian," pungkas Dede Edun. (Ans)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya