Slamet Rahardjo Mengurus Padepokan Teguh Karya

SEJAK ditinggal pemiliknya, Padepokan Teguh Karya yang terletak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, tak lagi "hidup". Maklum, Teguh Karya, si empunya dan pengurus pedepokan itu telah meninggal dunia pada 11 Desember 2001. Bahkan, menurut seniman Slamet Rahardjo, padepokan itu mirip rumah hantu. Padahal, rumah itu adalah sanggar kreatif para seniman terkemuka di Tanah Air. "Kepergiannya membuat rumah ini tak terurus," ujar Slamet. Itulah sebabnya, sejak Kamis (18/12), Slamet dan se...

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Desember 2003, 13:47 WIB
SEJAK ditinggal pemiliknya, Padepokan Teguh Karya yang terletak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, tak lagi "hidup". Maklum, Teguh Karya, si empunya dan pengurus pedepokan itu telah meninggal dunia pada 11 Desember 2001. Bahkan, menurut seniman Slamet Rahardjo, padepokan itu mirip rumah hantu. Padahal, rumah itu adalah sanggar kreatif para seniman terkemuka di Tanah Air. "Kepergiannya membuat rumah ini tak terurus," ujar Slamet. Itulah sebabnya, sejak Kamis (18/12), Slamet dan sejumlah seniman lakon kondang Indonesia, seperti Christine Hakim, Asrul Sani, dan Alex Komang, mau meluangkan waktu mereka untuk membantu mengurus dan menghidupkan kembali padepokan itu. Bagi Christine Hakim, Asrul Sani, dan Alex Komang, mendiang Teguh Karya dan pedepokannya adalah dua hal yang berperan penting dalam karier mereka di dunia perfilman. Pasalnya, dari Teguh dan pedepokannya itulah mereka banyak mendapat pelajaran yang bermanfaat. "Teguh tak ada penggantinya," kata Asrul Sani. "[Teguh] sudah seperti guru, bapak, dan teman saya," kenang Christine Hakim.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya