Bos BI : Jangan Percaya Penyebar Isu Ekonomi RI Terpuruk

Orang yang menyebarkan kabar tersebut adalah orang-orang yang hobi importir barang.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 06 Mar 2015, 14:57 WIB
(Foto: Bank Indonesia)
Liputan6.com,Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan kondisi perekonomian Tanah Air dalam keadaan baik meski terjadi tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level Rp 13.000. 
 
Pernyataan ini ditegaskan Gubernur BI Agus Martowardojo yang geram terhadap penyebar isu bahwa stabilitas ekonomi Indonesia goyah atau tengah terpuruk karena depresiasi kurs rupiah. 
 
"Jangan percaya sama yang menghembuskan kalau negara ekonomi kita nggak baik," ungkap dia kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2015). 
 
Agus menuding, orang yang menyebarkan kabar tersebut adalah orang-orang yang hobi importir barang dan ingin menimbulkan kekhawatiran pasar dengan memanfaatkan situasi pelemahan kurs rupiah. 
 
"Itu yang ngomong orang yang senang impor dan ingin ada suatu keresahan," sambungnya. 
 
Dirinya berharap, ada kesadaran masyarakat atau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) maupun investor untuk menyetor pajak dan meningkatkan penerimaan negara.  
 
"Kalau ingin negara maju, jangan ragu bayar pajak supaya penerimaan bagus. Jika ada upaya untuk mengejar penerimaan yang baik, kita mesti dukung. Kalau ingin menjaga dan menguatkan ekonomi, impor jangan menyelundup," tegas Agus. 
 
Pemerintah dan BI, lanjutnya, sedang bekerja keras untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia melalui berbagai upaya. Langkah tersebut membutuhkan dukungan dari semua pihak. 
 
"Kalau ingin ada suatu evaluasi, punya upaya bagus, harus disambut positif. Jadi maindset diubah kalau ingin negara maju, tapi nggak ingin ada korupsi," ujarnya. 
 
Agus mengatakan, secara umum, kondisi keuangan dan makro Indonesia dalam keadaan baik. Pelemahan nilai tukar rupiah, dia bilang, sejalan dengan tekanan mata uang negara lain di dunia. 
 
"Utamanya disebabkan, penguatan ekonomi AS, dolar AS terus menguat, angka pengangguran AS menurun. Penguatan selalu ditandai risk on dan risk off. Tapi penegasan sekalo lagi, stabilitas keuangan dan makro Indonesia dalam keadaan baik," pungkas Agus. (Fik/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya