Bursa AS Tumbang Dipicu Saham Perusahaan Teknologi

Saham teknologi jatuh karena investor mengambil keuntungan sehari setelah Nasdaq sempat menembus 5.000.

oleh NurmayantiDiterbitkan 04 Maret 2015, 04:00 WIB
Rilis data penjualan ritel dan klaim pengangguran positif mendorong penguatan bursa saham Amerika Serikat.

Liputan6.com, New York - Pasar Saham Amerika Serikat (AS) tumbang, sehari setelah indesk S & P dan Dow Jones menembus rekor dipicu pelemahan saham teknologi.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,26 poin atau 0,47 persen menjadi 18.203,37. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 9,61 poin atau 0,45 persen ke posisi 2.107,78 dan Nasdaq Composite turun 28,20 poin atau 0,56 persen ke level 4.979,90.

Penurunan angka penjualan mobil dan pernyataan Iran ikut membuat investor menghentikan diri setelah sempat melakukan rally sehingga memperkuat indeks pada Februari. Pedagang juga masih menunggu data ekonomi yang dirilis pekan ini, diprediksi akan mencapai puncaknya dengan laporan gaji bulanan.

"Kami hanya datang sedikit terlalu jauh cepat. Masuk akal untuk memiliki sedikit dari kemunduran ini," kata Brian Lazorishak, Manajer Portofolio di Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

Saham teknologi jatuh karena investor mengambil keuntungan sehari setelah Nasdaq sempat menembus 5.000 untuk pertama kalinya sejak puncaknya pada Maret 2000.

Saham Microsoft Corp misalnya, susut 1,4 persen menjadi US$ 43,28, diikuti dengan penurunan 2,2 persen pada saham Cisco Systems CSCO.O, yang memberikan kembali sebagian dari keuntungan pada hari sebelumnya.

Penurunan terbesar dialami saham pada indeks S & P 500 yakni Micron Technology MU.O, turun 5 persen menjadi US$ 29,66, dan Applied Materials AMAT.O, yang jatuh 4,5 persen menjadi $ 24,48.

Sekitar 6,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata 6,5 ​​miliar selama lima sesi terakhir, menurut BATS Global Markets.(Nrm)


Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya