Polisi Telusuri Motif Asmara Pembunuhan Sopir Taksi Express

Martinus menyebutkan warung nasi SM menjadi tempat langganan korban makan sehingga di antara keduanya menjalin hubungan dekat.

oleh Liputan6 diperbarui 21 Feb 2015, 05:44 WIB
(Liputan 6 TV)

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Pasar Minggu menyelidiki dugaan pembunuhan sopir Taksi Express Tony Zahar bermotifkan asmara.

"Informasinya seperti itu, tapi kita masih dalami motifnya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Indra Fadillah Siregar di Jakarta, Jumat (29/2/2015).

Indra mengatakan penyidik kepolisian masih mendalami identitas seorang wanita berinisial SM yang tertera pada buku tabungan tertinggal di dalam taksi.

Wanita berinisial SM itu disebut sebagai kekasih gelap Tony Zahar sehingga polisi menelusuri identitas perempuan tersebut. Indra menuturkan, penyidik kepolisian menerima seluruh informasi terkait latar belakang korban dan orang terdekatnya.

Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan 5 orang saksi dari pihak keluarga dan rekan kerja korban. Penyidik juga menelusuri rute perjalanan korban sebelum ditemukan tewas di dalam mobil dalam kondisi terluka pada bagian leher.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengungkapkan polisi sedang memeriksa SM.

SM diketahui seorang penjual warung nasi Tegal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Martinus menyebutkan warung nasi SM menjadi tempat langganan korban makan sehingga di antara keduanya menjalin hubungan dekat.

Sebelumnya, Tony Zahar ditemukan meninggal dunia di dalam Taksi Express nomor polisi B-1595-ETB, dan nomor lambung DC7177 di Jalan Rawa Bambu Pasar Minggu, Jaksel pada Rabu pagi lalu. (Ant/Ado)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya