Ke Italia, 200 Imigran Dikhawatirkan Tewas di Laut Mediterania

Menurut data UNHCR, hingga kini, ada sekitar 3.500 orang tewas tenggelam di Laut Mediterania.

oleh Rizki Gunawan diperbarui 11 Feb 2015, 19:14 WIB
Imigran di Laut Mediterania (VOA News)

Liputan6.com, Roma - Sekitar 200 imgiran yang hendak masuk Italia dilaporkan tewas setelah perahu yang mereka tumpangi tenggelam di Laut Mediterania, laut antarbenua yang terletak di antara Eropa di utara, Afrika di selatan dan Asia di timur.

"Sebanyak 203 orang terombang-ambing ombak, sedangkan 9 orang lainnya berhasil diselamatkan," ujar juru bicara Badan PBB Urusan Imigran dan pengungsi (UNHCR), Carlotta Sami di Italia, seperti dimuat BBC, Rabu (11/2/2015).

"Ini merupakan kejadian tragis. Sangat tragis," imbuh dia.

Dijelaskan dia, sebanyak 29 imigran di antaranya tewas pada hari Senin 9 Februari 2015 lalu. Sedangkan 7 orang lainya sudah tak bernyawa saat dijemput di Pulau Lampedusa.

Selain itu, 22 orang lainnya meninggal dunia karena tak kuat dengan air dingin saat bertahan di laut selama beberapa hari.

Tak diketahui pasti kapal tersebut tenggelam. Namun UNHCR menyebutkan ratusan orang tewas itu berasal dari perahu tenggelam yang berangkat dari Libya pada Sabtu 7 Februari lalu. Beberapa korban yang berhasil diselamatkan berbicara menggunakan bahasa Prancis, yang diyakini berasal dari Afrika Barat.

Pemerintah Italia sebelumnya menggalakkan program 'Mare Nostrum' sejak Oktober 2013 untuk menyelamatkan para imigran dari Afrika. Sebagian besar imigran tersebut hendak mengungsi dari Libya yang tengah didera konflik.

Namun program itu kemudian dihentikan pada November 2014. Uni Eropa kemudian turun tangan dengan mencanangkan program Triton untuk menyelamatkan para imigran. Namun anggaran program ini dinilai kurang cukup untuk mengerahkan bantuan bagi mereka yang terombang-ambing di lautan.

Pejabat UNHCR Carlotta Sami meminta Uni Eropa untuk lebih memaksimalkan bantuannya untuk para imigran agar banyak orang yang diselamatkan. "Saat ini, memang kita butuh bantuan tambahan untuk mengevakuasi mereka di Mediterania. Apalagi jumlah pengungsi terus bertambah," ujar Sami.

Menurut data UNHCR, hingga kini, ada sekitar 3.500 orang asal Afrika tewas akibat tenggelam ketika nekat menuju Eropa melalui Laut Mediterania selama tahun 2014. Atas banyaknya korban jiwa, Laut Tengah itu dinyatakan sebagai salah satu perairan paling berbahaya di dunia.

Sementara itu, ada lebih dari 200 ribu orang yang berhasil diselamatkan pada tahun lalu, lantaran adanya program 'Mare Nostrum' dari Italia. (Riz/Yus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya