Liputan6.com, Jakarta - Sebagai salah satu tim legendaris di Indonesia, Gresik United (GU) tampil mengecewakan musim lalu. Masalah finansial membuat GU menjadi tim pesakitan musim lalu.
Tim yang didirikan perusahaan pupuk Petrokimia Gresik pada 1988 ini sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal tahun 1990-an. Petrokimia Putra Gresik menjadi tim pertama yang berhasil menembus babak final pertama kompetisi Liga Indonesia pada 1994-95; gabungan dua kompetisi di Indonesia, Perserikatan dan Galatama.
Advertisement
Ketika itu, Kebo Giras, julukan Petrokimia, bertemu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Namun Petrokima harus mengakui keunggulan Persib dengan skor tipis 0-1. Pelatih Gresik, Andi Muhammad Teguh, berada di balik sukses tersebut. Pada 2002, untuk pertama kali sepanjang sejarah klub, Petrokimia berhasil merebut gelar juara Liga Indonesia di bawah asuhan pelatih Sergei Dubrovin. Petrokimia mengalahkan Persita Tangerang asuhan pelatih Benny Dollo.
Selain itu, berstatus sebagai tim besar, Petrokimia juga membidani kelahiran pemain bintang seperti Jacksen F. Tiago, Widodo C. Putro, Eri Irianto, dan Suwandi HS, yang nantinya menjadi langganan timnas Indonesia. Bahkan, dua nama pertama pernah menjadi bagian dari staf pelatih timnas Indonesia. Selain mereka masih ada pemain asing yang bersinar di Gresik seperti kiper Darryl Sinnerine dan Carlos de Melo.
Namun pada 2005, Petrokimia Gresik terlilit masalah keuangan yang cukup parah, bahkan saat itu mereka hampir saja membubarkan diri. Beruntung, demo yang dilakukan Ultras (fans Gresik) ke kantor DPR berbuah hasil dengan penggabungan Petrokimia (Divisi Utama) dan Persegres (Divisi II) yang melahirkan Gresik United hingga sekarang. Klub ini didirikan pada tanggal 2 Desember 2005.
Memasuki musim 2014, Gresik harus puas mengakhiri musim di peringkat 9 wilayah tarat ISL. Beruntung, tim yang bermarkas di Stadion Tri Dharma Gresik itu selamat dari zona degradasi.
Di ISL 2015, tim yang bermarkas di Stadion Tri Dharma, Gresik ini akan ditukangi Liestiadi. Beberapa nama baru sudah didatangkan untuk mengarungi kompetisi, seperti pemain veteran Bima Sakti dan Muhammad Kamri.