Liputan6.com, Manado: Perkembangan zaman dapat juga membawa dampak negatif terhadap sejumlah kesenian tradisional. Buktinya, tarian tradisional Minahasa, Maengket dan Seni Masamper di Sanger Talaud, Sulawesi Utara, terancam punah. Bahkan, saat dicoba kembali diangkat melalui sebuah festival, baru-baru ini, kedua kesenian tradisional itu hanya diikuti beberapa peserta yang notabene pemain lama alias tua.
Dari kalangan muda, boleh dikatakan sama sekali tak ada, sekalipun hanya untuk menonton. Padahal di masa silam, hampir semua desa di Minahasa, mempunyai grup tari Maengket dan kesenian Masamper. Bahkan, Maengket sempat dikenal di beberapa daerah di Tanah Air karena sempat dijadikan sebuah lagu oleh kelompok Koes Plus.
Tadinya, festival tari Maengket diadakan untuk kembali mengangkat kejayaan kesenian tradisional Minahasa. Sayang, peserta yang datang justru dari kelompok pelopor festival itu sendiri. Sebelumnya, diharapkan akan datang sekelompok muda atau banyak peserta. Namun, kenyataan berbicara lain. Kawula muda, ternyata lebih memilih kebudayaan luar dibanding melestarikan kesenian tradisional tersebut. Padahal, hampir semua gerakan dalam tarian Maengket, adalah bentuk pernyataan syukur kepada Tuhan Yang Kuasa. Sementara, seni Masamper adalah seni prosa yang kaya dengan lirik puitis ungkapan rasa syukur dalam bahasa daerah Sanger Talaud.(DEN/Aldrin Arief)
Dari kalangan muda, boleh dikatakan sama sekali tak ada, sekalipun hanya untuk menonton. Padahal di masa silam, hampir semua desa di Minahasa, mempunyai grup tari Maengket dan kesenian Masamper. Bahkan, Maengket sempat dikenal di beberapa daerah di Tanah Air karena sempat dijadikan sebuah lagu oleh kelompok Koes Plus.
Tadinya, festival tari Maengket diadakan untuk kembali mengangkat kejayaan kesenian tradisional Minahasa. Sayang, peserta yang datang justru dari kelompok pelopor festival itu sendiri. Sebelumnya, diharapkan akan datang sekelompok muda atau banyak peserta. Namun, kenyataan berbicara lain. Kawula muda, ternyata lebih memilih kebudayaan luar dibanding melestarikan kesenian tradisional tersebut. Padahal, hampir semua gerakan dalam tarian Maengket, adalah bentuk pernyataan syukur kepada Tuhan Yang Kuasa. Sementara, seni Masamper adalah seni prosa yang kaya dengan lirik puitis ungkapan rasa syukur dalam bahasa daerah Sanger Talaud.(DEN/Aldrin Arief)