Bursa AS Melempem Terimbas Laporan GDP Dibayangi Harga Minyak

Lebih dari 8,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, perdagangan tersibuk sejak 19 Desember dan 26 persen di atas rata-rata 3 bulan.

oleh NurmayantiDiterbitkan 31 Januari 2015, 05:42 WIB
Penguatan bursa AS ditunjukkan dengan indeks Dow dan S&P 500 meraih hit intraday di hari kelima berturut-turut.

Liputan6.com, New York - Pasar saham AS jatuh, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 menuju penurunan bulanan terbesar dalam setahundi akhir pekan ini.

Ini dipicu pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan dibayangi rally saham energi yang disebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia.

Melansir laman Bloomberg, indeks S & P 500 turun 1,3 persen menjadi 1.994,99 poin, memperpanjang kerugian bulanan menjadi 3,1 persen. Indeks jatuh 2,8 persen pekan ini, terbesar sejak 12 Desember.

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average turun 251,90 poin, atau 1,5 persen ke posisi 17.164,95.  Indeks Russell 2000 jatuh 2,1 persen, penurunan terbesar sejak 10 Desember.

Lebih dari 8,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS hari ini, perdagangan tersibuk sejak 19 Desember dan 26 persen di atas rata-rata tiga bulan.

Tercatat, saham energi di S & P 500 naik 0,7 persen mengekor harga minyak AS yang melonjak 8,3 persen. Sebutlah saham Amazon.com Inc dan Biogen Idec Inc melonjak setidaknya 10 persen setelah melaporkan laba.

Ekuitas yang menjadi pengukur jatuh di tengah kekhawatiran atas ekonomi di Eropa dan Rusia karena data menunjukkan pertumbuhan lebih lambat di Amerika.

Pertumbuhan ekonomi AS berada pada kecepatan yang lebih lambat dari perkiraan pada kuartal keempat sebagai pendingin investasi bisnis, kemerosotan dalam pengeluaran pemerintah dan defisit perdagangan melebar.

"Semua data ini tidak menjadi awan bagi seluruh gambaran investasi," jelas Michael James, Managing Director Wedbush Securities Inc," kata dia. (Nrm)

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya