Khawatir Longsor Susulan di Puncak, 13 KK Diungsikan

Kondisi di sekitar longsor di Cisarua, Kabupaten Bogor, masih rawan terjadi bencana susulan.

oleh Bima Firmansyah diperbarui 26 Des 2014, 23:25 WIB
Ilustrasi Longsor

Liputan6.com, Bogor - ‎Bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Pondok Caringin, RT 2/RW 4, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat petang tadi menewaskan 1 orang. Untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, sebanyak 13 kepala keluarga (KK) diungsikan ke tempat yang aman.

Petugas Satuan Tanggap Darurat Bencana (Satgana) PMI, ‎Ibnu mengatakan kondisi di sekitar longsor masih rawan terjadi longsor susulan. Sebab, hujan masih mengguyur wilayah Puncak, sehingga membuat tanah menjadi labil.

"Kemudian kemiringan ‎tebing juga mencapai hampir 90 derajat. Kondisi tersebut sangat membahayakan karena hanya sedikit bagian tebing yang dipasang penahan berupa karung pasir. Ditambah di bawah tebing terdapat anak sungai yang bisa menggerus tanah di bawahnya," ujar Ibnu di lokasi longsor, Jumat (26/12/2014) malam.

Untuk itu, para korban selamat dan beberapa warga sekitar diungsikan ke rumah warga lain yang jaraknya aman dari bahaya longsor. Kejadian longsor di lokasi tersebut adalah yang kedua kalinya.

"Longsor pertama terjadi beberapa tahun yang lalu. Di tempat yang sekarang terjadi, memang sangat rawan‎ longsor. Pihak pemerintah juga sudah mengimbau kepada warga agar lokasi tersebut untuk tidak ditempati, namun warga bersikeras dengan alasan tidak ada lahan lagi untuk ditempati," papar Ibnu.

Berdasarkan pendataan sementara, peristiwa longsor tersebut menghantam 6 rumah. 1 Rumah rata tertimbun longsor, 2 di antaranya rusak parah dan 3 rumah rusak di bagian depan. Kemudian, bencana ini menewaskan 1 orang dan 4 warga luka ringan.

"Evakuasi sudah dilakukan, dan akan dilakukan esok hari untuk melihat seberapa parahnya bencana (longsor Puncak) ini," pungkas Ibnu. (Ans)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya