Liputan6.com, Sucre, Bolivia - Masalah berat badan mulai dialami sebagian polisi dan tentara di Bolivia. Kini, pihak keamanan di salah satu negara di belahan Amerika Selatan mulai mencatat para anggotanya yang kelebihan berat badan. Terlebih, Presiden Evo Morales mengeluh terlalu banyak di antara mereka yang tidak bugar.
"Berat badan para personel keamanan akan didata sebelum dilakukan ujian-ujian profesi, untuk mengaitkan antara kenaikan pangkat dan kebugaran tubuh," ucap Menteri Pertahanan Ruben Saavedra seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Senin (15/12/2014).
Ia menjelaskan, para tentara ataupun polisi memang harus dipersiapkan, baik dalam segi intelektual maupun segi fisik.
Tak hanya tentara, Kepolisian Bolivia juga melarang anggotanya yang kelebihan berat badan untuk mengenakan pakaian seragam hingga mereka menurunkan berat badan.
Larangan tersebut boleh jadi membuahkan hasil, walau tak terduga.
Di Kota Oruro di sebelah selatan La Paz, 2 polisi yang melakukan patroli dalam pakaian sipil berhasil menangkap pencuri di jalanan di pasar. Namun kedua poilisi itu tidak mengenakan seragam.
Pada 2 Desember 2014, Presiden Evo Morales mengimbau agar tentara dan petugas yang mengabaikan kebugaran tubuh mereka tidak boleh mendapatkan promosi. Ia pun memberikan catatan, selalu dalam keadaan bugar merupakan tanggung jawab pasukan keamanan.
Kendari demikian, banyak tentara dan polisi mengeluh lantaran minimnya fasilitas olahraga. Alhasil, pemerintah Bolivia kini menyediakan peralatan olahraga di barak-barak dan kantor polisi. (Ans)
Advertisement