Gallas Ungkap Kebobrokan The Gunners

Kapten Arsenal, William Gallas mengeluarkan pernyataan kontroversial yang bisa jadi membuat geram Arsene Wenger. Gallas mengakui keributan yang terjadi di ruang ganti pemain The Gunners saat derby London Utara melawan Tottenham Hotspur, 29 Oktober lalu.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 November 2008, 23:35 WIB
Arsenal's French player William Gallas celebrates after the game against Manchester United during the Premiership match at The Emirates Stadium in London on November 8, 2008. AFP PHOTO / Adrian Dennis
Sebelum bangkit mengalahkan rival utamanya dalam satu dekade terakhir, Manchester United di Emirates Stadium, Sabtu, 8 November lalu, Arsenal tampil buruk dalam dua pertandingan: kalah dari Stoke City dan hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menjamu Fenerbahce di ajang Liga Champions.

Bisa jadi, buruknya performa skuad Arsene Wenger tersebut dipicu dari kegagalan The Gunners meraih poin penuh saat melakoni partai derby London Utara menjamu Tottenham Hotspur, 29 Oktober lalu. Dalam laga sarat gengsi itu, Arsenal kehilangan dua poin ketika anak-anak asuhan Harry Redknapp mencuri dua gol penyeimbang kedudukan di penghujung pertandingan.

Kemungkinan itu mendapat bukti pembenar setelah kapten utama The Gunners, William Gallas mengakui adanya perselisihan atau keributan yang terjadi di antara sesama rekan-rekannya di laga derby tersebut. Tanpa mau menunjuk hidung atau mengungkapkan pemain yang dimaksud, Gallas mengatakan perselisihan itu terjadi antara sejumlah pemain muda dengan seorang pemain senior di kamar ganti pemain saat waktu istirahat tiba.

Saking gawatnya pertengkaran yang terjadi membuat Gallas turun tangan. Pernyataan Gallas tersebut menjadi bukti nyata bahwasanya terdapat tensi persaingan yang begitu tinggi di antara sesama pemain Arsenal.

Namun, komentar ‘ganas’ dari mulut Gallas tersebut juga berimplikasi lain: mantan bek Chelsea itu terancam kehilangan jabatannya sebagai kapten tim. Di musim lalu, kapabilitas Gallas sebagai kapten tim dipertanyakan setelah sikapnya yang berlebihan di laga tandang melawan Birmingham City, Februari 2008. Kegagalan Arsenal meraih tiga poin penuh ketika itu memicu anjloknya performa tim sampai akhir musim.

Seperti yang dilansir Daily Mail, Gallas mencoba membela dirinya yang dijadikan biang keladi merosotnya penampilan Arsenal belakangan. Gallas memberi isyarat jika para pemain mudalah yang sesungguhnya kerap membuat masalah. “Sejumlah pemain datang kepada saya dan berbicara tentang seseorang (pemain lainnya). Intinya, mereka mengeluh. Ketika saya berbicara dengan pemain tersebut, yang terjadi justru ia menghina,” ujar Gallas.
Lanjut Baca:

> “Saya mencoba membela diri saya tanpa mau menyebutkan nama mereka. Sebaliknya, sayalah yang bertanggung jawab atas kesalahan itu. Sungguh, itu membuat saya kian frustasi. Kini saya berusia 31 tahun, enam tahun lebih tua dibanding mereka. Memang, terjadi masalah saat istirahat tiba (di partai lawan Spurs). Saya hanya dapat mengatakan bahwa ketika itu saya berbicara kepada mereka untuk menyelesaikan masalah sesudah pertandingan berakhir,” tambahnya. Merujuk pernyataan Gallas tentang pemain yang ‘enam tahun lebih muda dibanding dirinya’ dalam laga derby London Utara tersebut, hanya tiga pemain berusia 25 tahun yang dimainkan Wenger, yaitu striker Robin van Persie dan bek Bacary Sagna yang menjadi starter serta gelandang Emmanuel Eboue yang baru masuk di babak kedua menggantikan Theo Walcott. Lebih lanjut, Gallas menuding jika di lapangan rekan-rekannya tak cukup punya nyali untuk bertarung. “Kami harus sadar jika ingin meraih gelar kami harus tampil fight sepanjang pekan. Pasalnya, lawan yang dihadapi tidak gentar bertanding melawan kami. Saya pikir, kami kurang cukup kuat (berani) untuk bertarung. Karena itu, saya kira, kami butuh tampil layaknya tentara atau pejuang,” tandas Gallas seperti yang dikutip AP.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya