Liputan6.com, Jakarta Menjadi gay atau homoseksual dalam sebuah film adalah tantangan tersendiri bagi setiap aktor. Para aktor akan sebisa mungkin memainkan karakter yang diberikan, meskipun hal itu bukanlah menjadi karakter mereka secara pribadi. Beberapa cara dilakukan, salah satunya dengan melakukan observasi. Sampai akhirnya, mereka pun menikmati peran tersebut. Berikut beberapa artis yang pernah memerankan tokoh gay.
Baca juga:
Advertisement
Baru Menikah, 6 Artis Ini Melahirkan
5 Fenomena Olga Syahputra yang Patut Dikenang
Cek Daftar Ini, Anda Termasuk `Haters` atau Fans Syahrini?
5 Pasangan Artis yang Diharapkan Jadi Kekasih di Dunia Nyata
Sony Wakwaw dari Pemulung Jadi Jutawan
5 Peristiwa Terbesar di Televisi Sepanjang Masa
Ini Pembelaan Syahrini Soal Foto Disembah
1. Tora Sudiro
1. Tora Sudiro
Aktor Tora Sudiro berperan sebagai Sakti dalam film Arisan! Di film itu, Sakti adalah seorang homo seksual yang menyembunyikan diri dari keluarganya. Tora pun memainkannya dengan baik. Apalagi dirinya menegaskan sudah melakukan observasi sejak beberapa bulan.
"Beda dengan film Tragedi, dalam Arisan!, aku dikasih waktu mengeksplorasi karakterku selama 3 bulan. Eksplorasinya, sih, nggak kayak Surya. Kalau dia, kan di film itu berperan sebagai gay sejati. Jadi, dia perlu eksplorasi ke klub malam khusus gay," ujar Tora.
Lalu, seperti apa observasi apa yang dilakukan Tora? "Aku cuma dikasih film yang berjudul The Broken Hearts Club yang bercerita tentang 6 orang gay. Di film itu ada berbagai karakter gay. Teteh Nia menunjukkan padaku seorang karakter gay, yang mirip dengan karakterku," pungkasnya.
2. Olga Syahputra
2. Olga Syahputra
Sukses sebagai presenter dan komedian, Olga Syahputra melebarkan sayapnya dengan menjadi aktor dan juga produser di film Taman Lawang. Olga pun harus melakukan pendalaman karakter karena dirinya berperan sebagai seorang banci yang notabene seorang gay.
"Saya pertamakali jadi produser, jadi harus berusaha film ini bisa sukses. Untuk urusan akting Alhamdulillah bisa saya dalami dalam waktu 3 hari meskipun risih berdandan kaya perempuan. Saya juga nggak mau film saya jelek karena adegan nggak baik, semua adegan seperti itu sudah dipotong, saya aja liatnya risih. Selain itu saya juga observasi ke klub-klub gay dan sebagainya untuk melihat tingkah laku mereka seperti apa," tutur Olga
Sebenarnya dunia film bukanlah sesuatu yang baru digeluti Olga, ia pernah terlibat di beberapa proyek layar lebar diantaranya Susahnya Jadi Perawan (2008), Pacar Hantu Perawan (2011) dan Kung Fu Pocong Perawan (2012). Namun di semua film tersebut ia hanya sebatas menjadi pemeran pembantu atau cameo saja.