Sikap tak terpuji ditunjukkan striker Schalke 04, Kevin Kuranyi saat Timnas Jerman berlaga di lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia (PD) 2010 Zona Eropa Grup 4 menjamu Timnas Rusia di Signal Iduna Park, Dortmund, Sabtu (11/10) kemarin. Kuranyi, 26 tahun, yang dicoret pelatih Joachim Loew dari skuad 18 pemain, kabur dari stadion ketika pertandingan memasuki waktu jeda (Baca: Kevin Kuranyi Menghilang).
Belakangan ketahuan jika Kuranyi—diyakini sakit hati dengan pencoretan namanya dari skuad—memutuskan kembali ke rumahnya dan menolak kembali ke hotel tempat Tim Panser menginap. Akibatnya fatal. Loew marah betul dengan tindakan tersebut. Alhasil, Loew menutup pintu timnas bagi striker kelahiran Rio de Janeiro, Brasil tersebut.
“Saya tidak dapat menerima reaksi (tindakan) Kevin (Kuranyi) kemarin,” tegas Loew seperti yang dikatakannya kepada situs resmi Federasi Sepakbola Jerman (DFB). “Saya belum mendengar penjelasan darinya. Namun, melihat sepak terjangnya itu, sebagai pelatih, saya tidak dapat memberi tempat lagi baginya di timnas,” imbuhnya.
Loew melanjutkan, “Tidaklah benar bagi (keutuhan) tim dan pelatih untuk kembali merekrutnya dalam skuad. Saya tidak dapat menerima sikap seorang pemain yang memutuskan untuk membersihkan kamarnya (membereskan perlengkapannya atau angkat koper) dan meninggalkan tim seusai pertandingan. Saya tegaskan, sikap seperti itu tidak bisa ditolerir,” tandas mantan asisten Juergen Klinsmann itu yang mengaku berbicara dengan Kuranyi seputar pencoretan namanya dari skuad beberapa saat sebelum laga digelar.
Menurut Loew, keputusan pencoretan seorang pemain dari skuad merupakan salah satu tugas pelatih dan risiko bagi yang bersangkutan. “Sebagai pelatih, sayalah yang membuat keputusan. Saya tahu jika itu bakal membuat seseorang jadi kecewa dan sakit hati. Tapi, itulah tugas saya. Di lain pihak, para pemain pun harus menerimanya.”
Loew mengakui jika seusai laga yang dimenangkan Michael Ballack dengan skor tipis 2-1 itu, seluruh skuad Tim Panser menunggu kedatangan Kuranyi dalam bus. “Tidak ada satu pun dari tim yang mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Kami hanya duduk dalam bus dan menunggunya,” ujarnya. “Saya benar-benar kecewa dengan tindakannya itu. Saya bisa memahami apa yang ia rasakan. Namun, saya pikir, ia (Kuranyi) tidak perlu bereaksi seperti itu. Sikapnya itu jelas keliru (salah).”
Meskipun tanpa Kuranyi, Loew tetap optimistis anak-anak asuhannya dapat meraih hasil positif saat menjamu Wales di Moenchengladbach, Rabu (15/10). “Kami mempunyai sejumlah pemain depan lainnya yang berkualitas, seperti (Patrick) Helmes, Lukas (Podolski), Mario (Gomez), dan (Miroslav) Klose. Kini kami butuh konsentrasi menghadapi Wales,” pungkas Loew.
Belakangan ketahuan jika Kuranyi—diyakini sakit hati dengan pencoretan namanya dari skuad—memutuskan kembali ke rumahnya dan menolak kembali ke hotel tempat Tim Panser menginap. Akibatnya fatal. Loew marah betul dengan tindakan tersebut. Alhasil, Loew menutup pintu timnas bagi striker kelahiran Rio de Janeiro, Brasil tersebut.
“Saya tidak dapat menerima reaksi (tindakan) Kevin (Kuranyi) kemarin,” tegas Loew seperti yang dikatakannya kepada situs resmi Federasi Sepakbola Jerman (DFB). “Saya belum mendengar penjelasan darinya. Namun, melihat sepak terjangnya itu, sebagai pelatih, saya tidak dapat memberi tempat lagi baginya di timnas,” imbuhnya.
Loew melanjutkan, “Tidaklah benar bagi (keutuhan) tim dan pelatih untuk kembali merekrutnya dalam skuad. Saya tidak dapat menerima sikap seorang pemain yang memutuskan untuk membersihkan kamarnya (membereskan perlengkapannya atau angkat koper) dan meninggalkan tim seusai pertandingan. Saya tegaskan, sikap seperti itu tidak bisa ditolerir,” tandas mantan asisten Juergen Klinsmann itu yang mengaku berbicara dengan Kuranyi seputar pencoretan namanya dari skuad beberapa saat sebelum laga digelar.
Menurut Loew, keputusan pencoretan seorang pemain dari skuad merupakan salah satu tugas pelatih dan risiko bagi yang bersangkutan. “Sebagai pelatih, sayalah yang membuat keputusan. Saya tahu jika itu bakal membuat seseorang jadi kecewa dan sakit hati. Tapi, itulah tugas saya. Di lain pihak, para pemain pun harus menerimanya.”
Loew mengakui jika seusai laga yang dimenangkan Michael Ballack dengan skor tipis 2-1 itu, seluruh skuad Tim Panser menunggu kedatangan Kuranyi dalam bus. “Tidak ada satu pun dari tim yang mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Kami hanya duduk dalam bus dan menunggunya,” ujarnya. “Saya benar-benar kecewa dengan tindakannya itu. Saya bisa memahami apa yang ia rasakan. Namun, saya pikir, ia (Kuranyi) tidak perlu bereaksi seperti itu. Sikapnya itu jelas keliru (salah).”
Meskipun tanpa Kuranyi, Loew tetap optimistis anak-anak asuhannya dapat meraih hasil positif saat menjamu Wales di Moenchengladbach, Rabu (15/10). “Kami mempunyai sejumlah pemain depan lainnya yang berkualitas, seperti (Patrick) Helmes, Lukas (Podolski), Mario (Gomez), dan (Miroslav) Klose. Kini kami butuh konsentrasi menghadapi Wales,” pungkas Loew.