Inggris Keluarkan Aturan Batasan Konsumsi Jus Kemasan

Jus kemasan akhirnya dicoret dari daftar minuman sehat yang biasa dikonsumsi orang Inggris

oleh Fitri Syarifah diperbarui 12 Nov 2014, 10:30 WIB
Jus kemasan akhirnya dicoret dari daftar minuman sehat yang biasa dikonsumsi orang Inggris

Liputan6.com, Jakarta Jus kemasan akhirnya dicoret dari daftar minuman sehat yang biasa dikonsumsi orang Inggris. Menurut ahli gizi, Kawther Hashem jus dalam kemasan mengandung banyak gula yang melebihi minuman soda.

Mengutip laman BBC, Selasa (11/11/2014),  konsumsi jus buah yang disarankan adalah  150 ml tanpa gula atau pemanis buatan.

"Orangtua cenderung memilih minuman jus dalam kemasan yang praktis ketimbang membuat jus sehat untuk anak-anak.  Padahal buah saja telah mengandung gula atau fruktosa. Jika jus ditambah gula, maka  dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan peningkatan berat badan," kata Hashem.

Organisasi Kesehatan Dunia juga belum lama ini mengeluarkan pedoman baru untuk membatasi asupan gula harian sampai 10 persen dari 5 persen energi yang dihasilkan jus.

Di sisi lain, Ahli Kesehatan Masyarakat Inggris, Dr Alison Tedstone, mengatakan jus buah masih disarankan untuk dikonsumsi lima kali
sehari. Namun, ia setuju bahwa mengonsumsi gula lebih 150 ml sehari, bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya