Liputan6.com, Bengkulu - Wakil rakyat, ternyata kian makin akrab dengan kekisruhan. Bukan hanya di Senayan, Jakarta, dalam rapat DPRD Bengkulu pun kekisruhan terjadi.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (9/11/2014), di pendopo digelarlah rapat paripurna DPRD Bengkulu. Agendanya adalah membahas keabsahan daftar anggota komisi dan alat kelengkapan dewan.
Advertisement
Salah seorang anggota dewan dari Fraksi PDI-Perjuangan Ibnu Hajar, keberatan atas keputusan yang menetapkan Hanaldin dari Fraksi Partai Gerindra sebagai Ketua Komisi I, sehingga Ibnu pun langsung meluapkan emosinya. Kericuhan berlanjut di luar arena sidang yang berusaha ditenangkan, tetapi sejurus kemudian kericuhan kembali pecah.
Diduga kuat, kericuhan itu terjadi sebagai dampak adanya dualisme koalisi di tubuh DPR RI, yakni Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).
Emosi para wakil rakyat di DPRD Bengkulu mungkin mengikuti contoh para wakil rakyat di Senayan yang saling emosi mempertahankan pendapat masing-masing, bahkan hingga membalikkan mejanya sendiri.
Sayangnya emosi itu ditunjukkan bukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya, tetapi untuk kepentingan partai dan koalisinya sendiri. (Rmn)