Di Tengah Salju Dingin, Pria Ini Telanjang Sambil Yoga

Mendaki gunung Everest, lari marathon di bawah suhu 20 derajat Celcius, berendam air es mampu ia lakukan. Siapakah dia?

oleh Benedikta Desideria diperbarui 31 Okt 2014, 12:30 WIB
Saat Wim Hof menikmati musim salju di hutan Amsterdam tahun 2010 (Foto: icemanwimhof.com)
Liputan6.com, Jakarta Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia. Ketinggiannya capai 8.848 meter di atas permukaan laut. Pada umumnya orang-orang yang mendaki gunung bersalju ini menggunakan pakaian super hangat, namun tidak dengan pria asal Belanda bernama Wim Hof. Hanya bermodalkan celana pendek dan sendal jepit, pria berusia 55 tahun ini mendaki Gunung Everest di tahun 2007.
 
Dibawah suhu dibawah nol derajat Celcius, dengan santainya ia tetap berlari kesana kemari tanpa merasa kedinginan. Namun pada ketinggian 7.400 meter ia turun ke bawah karena sudah mulai merasa kedinginan.
 
Jika orang biasa melakukan hal ini akan membuat suhu tubuhnya menurun secara drastis dan membahayakan. Namun Wof bisa bertahan karena merasa ia bisa mengendalikan suhu tubuh dengan pikirannya.
 
"Saya merasa saya bisa mengendalikan tubuh, seolah-olah saya bisa memiliki pengatur suhu di dalam tubuh yang dapat menyesuaikan saat diperlukan," ungkapnya seperti dikutip dari laman Daily Mail pada Rabu (29/10/2014).
 
Para ahli memprediksi selama ritual meditasi yang ia lakukan sebelum atau di tengah-tengah ia naik gunung, dengan pikiran Hof meminta agar tubuhnya tetap hangat.  
Foto dok. Liputan6.com
 
Tak hanya Gunung Everest, lagi-lagi hanya bermodalkan celana pendek ia melakukan lari marathon sejauh 42 kilometer di area kutub di daerah Finlandia selama 5 jam 25 menit di daerah bersuhu -20 derajat Celcius. Bapak lima orang anak asal Belanda ini pun pernah berendam dalam air es dalam waktu satu jam 13 menit dan 48 detik. Aksi beraninya ini pun membuatnya memecahkan Guiness World Records dan membuatnya dijuluki sebagai manusia es atau Iceman.
 
Kemampuan ini membuat banyak orang berdecak kagum namun ia mengatakan bahwa ia bukan manusia super. "Apa yang saya lakukan, bisa juga dipelajari oleh orang lain," ungkapnya dalam laman web resmi pribadinya.
 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya