KPPI Ambil Bagian Saat Arak-arakan Jokowi-JK

Ketua KPPI Akhmad Abdul Aziz Zein mengatakan, sekitar 200 orang akan diturunkan saat arak-arakan Jokowi-JK.

oleh Ahmad Romadoni Diterbitkan 19 Oktober 2014, 03:44 WIB
Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Selepas Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dilantik pada 20 Oktober 2014, keduanya akan diarak menuju Istana Negara. Di situ, seluruh relawan pendukung dan masyarakat diperbolehkan terlibat dalam kirab itu.

Salah satu relawan yang akan ambil bagian dari arak-arakan itu adalah Komite Pemantau Pembangunan Indonesia (KPPI). Meski menjadi bagian relawan yang siap mengkritik pemerintahan, KPPI tetap ambil bagian dalam kirab itu.

Ketua KPPI Akhmad Abdul Aziz Zein mengatakan, dirinya bersama anggota KPPI akan turun ke jalan menyambut kedatangan presiden dan wakil presiden baru. Massa yang akan diturunkan sekitar 200 orang.

"Tentu, dari KPPI juga akan mengantarkan menuju istana. Kita akan turunkan 200 orang," kata Aziz, di sela-sela Deklarasi dan Pidato Kebangsaan KPPI 'Tanah Kesejahteraan Rakyat', di Jakarta, Sabtu (18/10/2014).

Dalam kesempatan itu, Aziz memastikan, KPPI juga akan memberikan selamat kepada Jokowi-JK. Tak cuma itu, KPPI juga akan mengawal dengan baik seluruh program yang akan dijalankan selama 5 tahun.

"Kita juga akan memantau hingga ke daerah-daerah mencari data-data yang akurat dan konkret. Kalau di situ ada penyimpangan, kita akan teriak," kata Aziz.

Aziz menambahkan, Jokowi-JK di berbagai bidang tak luput dari pantauan KPPI. Seperti pembangunan infrastruktur termasuk jalan, maritim, dan lainnya. Diharapkan, Jokowi-JK lebih fokus menjalankan pembangunan.

Rakyat Bantu Jokowi-JK

Menurut Aziz, dukungan dalam bentuk lain dari masyarakat dirasa sangat penting, terlebih saat ini parlemen dikuasai Koalisi Merah Putih.

"Kita akan mengawal Pak Jokowi, kita akan dukung sebagai rakyat. Apalagi, KMP kuasai parlemen, kita bersama rakyat akan tetap dukung Jokowi," kata Aziz.

Aziz mengatakan, KPPI akan mengawasi pemerintah Jokowi sampai bagian tekecil. Kalau ada pembangunan yang tidak sesuai dengan program yang sudah dicanangkan, KPPI akan langsung bersuara.

"Tidak sesuai kita akan teriak. Fokus maritim kita juga akan mengkritik dan memantau pembangunan kemaritiman," lanjut Aziz.

Termasuk program Jokowi yang akan mengutamakan Indonesia Timur dalam pembangunan. KPPI akan ikut ke mana pun program Jokowi, termasuk pembangunan Indonesia Timur.

"Sesuai dengan rencana dan program Jokowi-JK akan kita kawal. Kalau Indonesia Timur duluan, ya kita akan pantau. Kita ikut dan kita pantau. Kalau tidak benar dan tidak sinkron kita teriak," tutup Aziz.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya