Liputan6.com, Bogor - Adu mulut pihak keamanan Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan pedagang asongan aksesoris dan pernak-pernik terjadi saat pelaksanaan Silaturahmi Nasional Menuju Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, Rabu (15/10/2014).
Kejadian bermula ketika salah satu pedagang PIN logo pemerintahan bernama Hendri nekat ingin masuk ke gedung penyelenggaraan silaturahmi nasional atau silatnas. Saat itu ia menggelar dagangannya di tengah kerumunan para pejabat tinggi. Sontak pihak keamanan tidak mengizinkan masuk.
Dalam acara tersebut, hampir puluhan pedagang mulai dari tukang foto, penjual PIN logo pemerintahan, serta penjual batu cincin berdatangan memeriahkan pelaksanaan yang diselenggarakan dan dihadiri oleh Presiden SBY itu. Mereka bahkan sudah datang sejak pagi hari.
Saat ditanya alasan mengapa dirinya ingin masuk, Hendri mengaku dirinya hanya ingin menawarkan PIN logo pemerintahan kepada para pengunjung. "Saya cuma mau menawarkan saja dan tidak bermaksud mengganggu (acara), tapi saya malah diusir pihak keamanan," ujar dia kesal.
Dia sempat marah saat pihak keamanan memaksa dirinya ke luar dengan mengacak-acak barang dagangnya. "Ya Saya marahlah dagangan saya diacak-acak, kalau meminta keluar secara sopan kan nggak bakal ricuh seperti ini," pungkas pedagang asongan tersebut. (Riz)
Advertisement