Liputan6.com, Milan - Filippo Inzaghi menceritakan secara detail ketika dirinya ditunjuk Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi untuk melatih Riccardo Montolivo dan kawan-kawan.
Pria berusia 41 tahun tersebut secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Milan pada 9 Juni 2014. Dia menggantikan peran Clarence Seedorf.
"Pada malam 31 Mei, kata-kata Presiden sangat berarti bagi saya. Saat tiba di rumahnya, perkataan yang dikeluarkan dia terealisasi. Sungguh sangat indah," kata Inzaghi, dikutip dari Football Italia.
"Kami makan malam dan menonton acara televisi lokal. Saya sangat ingat dengan baik, kejadian ini terjadi ketika Montolivo sedang cedera," dia menyambung.
Sejak resmi ditunjuk menjadi pelatih Milan, kehidupan Inzaghi mengalami perubahan. Dia sudah tidak memiliki waktu untuk beristirahat.
"Saya sudah tidak pernah mempunyai waktu bersantai. Hal pertama yang saya lakukan setelah tiba di Milan adalah bekerja dari pagi hingga malam. Saya berdiskusi banyak hal dengan staff di Milan," jelas pria yang lahir di Piacenza, Italia.
Masih kata Inzaghi, dirinya merasa sangat beruntung bisa melatih salah satu klub yang penuh sejarah di Italia dan Eropa tersebut.
"Saya beruntung bisa melatih tim yang saya cintai. Melatih Milan adalah impian saya. Kami berharap bisa membawa tim ini ke tingkat yang lebih tinggi," dia menyudahi.
Baca Juga:
Advertisement
Timnas U-19 Gagal ke Piala Dunia, Evan Dimas Minta Maaf
Kegagalan Timnas U-19 di AFC Cup U-19 Sudah Diprediksi
Gagal di AFC Cup U-19, Indra Sjafri: Indonesia Harus Bersyukur