Nazaruddin Mengaku Jelaskan ke KPK Soal Lokasi Ibas Terima Uang

Nazaruddin menuding anak bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut turut menerima uang 'panas'.

oleh Sugeng TrionoDiterbitkan 09 Oktober 2014, 22:23 WIB
M. Nazaruddin. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin kembali menyebut nama Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam sejumlah perkara yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kali ini, Nazaruddin menuding anak bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut turut menerima uang 'panas' dari proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Jakabaring, Palembang tahun 2011.

"Iya hari ini diperiksa (KPK) soal Wisma Atlet. Soal yang menerima-menerima, soal siapa yang mengantar duitnya," ujar Nazaruddin usai diperiksa KPK, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Mengenai keterlibatan Ibas pada proyek tersebut, Nazaruddin juga mengaku sudah menjelaskan secara detil kepada penyidik KPK yang memeriksanya. "Terus Mas Ibas terima duitnya di mana. Sudah saya jelaskan," katanya.

Selain kasus Wisma Atlet yang telah menjerat mantan Puteri Indonesia Angelina Sondakh atau Angie, Nazar juga menyampaikan ke penyidik ihwal kasus suap di lingkungan kerja SKK Migas.

"Terus Mas Ibas itu ada saya tambahin tentang proyek SKK Migas-nya di mana saja, terus proyek yang dibagi dari jatahnya Fraksi Demokrat dia terima uangnya di mana," kata Nazar.

Tak hanya Ibas, dalam pemeriksaan selama lebih dari 8 jam, Nazaruddin juga menyebut pihak lain yang terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet namun hingga kini belum juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Ada waktu itu Angie terima, terus dibagi diserahkan ke Mas Ibas, terus soal Olly Dondokambey (PDIP) dan Mirwan Amir (Demokrat)," pungkas Nazaruddin.

Dalam persidangan pada 21 Agustus 2014 lalu dan 8 Oktober kemarin, Nazaruddin juga menyebut nama Ibas menerima duit saat menjadi Anggota DPR tahun 2010 silam.

Penerimaan uang Ibas itu juga pernah diungkapkan mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis. Dia mengatakan itu saat bersaksi untuk Anas pada Senin 11 Agustus lalu. "Soal Mas Ibas itu yang dibilang Yulianis itu betul. Yang US$ 200 ribu," ujar Nazaruddin.

Ibas sebelumnya pernah membantah atas tudingan yang menyebutnya pernah menerima uang terkait proyek Hambalang.

"Saya katakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. 1.000 persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut selama ini," kata Ibas di Kantor DPP Partai Demokrat Jakarta, 27 Februari 2013 silam. (Ado)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya