Sebagai persiapan menjelang kompetisi musim depan dan mengukuhkan jati diri klub di benua Asia, Chelsea bakal menggelar Tur Asia (mini) di bulan Juli mendatang. Ada dua negara yang bakal dikunjungi John Terry dkk, yaitu China dan Malaysia.
Pada 29 Juli, Chelsea bakal ditantang tim Malaysian Selection yang berintikan para pemain bintang dari klub-klub yang berkecimpung di Liga Super Malaysia (MSL). Sementara, laga di China masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Kemungkinan, Terry dkk bakal para pemain bintang China di Guangzhou pada 23 Juli.
Tur Asia (mini) yang dilakukan Chelsea itu diungkapkan Peter Kenyon, Chief Executive Klub, dalam konferensi persnya di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 27 Maret. “Kami sangat gembira bisa mengunjungi Asia, utamanya Malaysia. Asia adalah kawasan yang sangat penting dalam persepakbolaan dunia. Kami pun menginginkan sepakbola Asia lebih dapat berkembang,” ujar Kenyon seperti yang dikutip AFP.
Namun, muncul keraguan jika Chelsea dapat menggelar pertandingan di Malaysia. Pasalnya, manajer tim, Avram Grant, dan bek Tal Ben Haim, merupakan warga negara Israel. Sementara, Malaysia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan negara yang dikepalai Shimon Peres (presiden) tersebut. Karenanya, Chelsea harus berusaha mendapatkan visa atau izin khusus bagi Grant dan Ben Haim.
Dalam konferensi pers tersebut, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) yang diwakili Deputi Presiden FAM, Khairy Jamaluddin, menegaskan, isu tersebut bakal dibicarakan antara pihak penyelenggara tur dengan Kementerian Luar Negeri Malaysia.
Sementara itu, Kenyon sangat yakin jika soal itu dapat diselesaikan. “Kami tidak berpikir jika itu jadi masalah besar. Saya yakin, (masalah) itu dapat dicari jalan keluarnya,” ujar Kenyon.
Meski demikian, Kenyon dengan terbuka mengatakan pihaknya akan terpaksa membatalkan turnya di Malaysia jika kemungkinan terburuk, dimana Grant dan Ben Haim tidak mendapatkan izin untuk memasuki Malaysia, benar-benar terjadi.
“Jelas, kami tidak dapat pergi ke sini (Malaysia) tanpa manajer. Tur ini merupakan bagian penting dari musim 2008-09. Jadi, tidak masuk akal jika kami harus pergi (bertanding) tanpa didampingi staf inti dari kepelatihan tim kami,” tegasnya.
Pada 1997 lalu, Malaysia mengizinkan tim kriket Israel untuk bertanding dalam turnamen ICC yang diikuti 20 negara. Namun, keputusan itu memicu timbulnya serangkaian demonstrasi anti-Israel di Kuala Lumpur.
Pada 29 Juli, Chelsea bakal ditantang tim Malaysian Selection yang berintikan para pemain bintang dari klub-klub yang berkecimpung di Liga Super Malaysia (MSL). Sementara, laga di China masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Kemungkinan, Terry dkk bakal para pemain bintang China di Guangzhou pada 23 Juli.
Tur Asia (mini) yang dilakukan Chelsea itu diungkapkan Peter Kenyon, Chief Executive Klub, dalam konferensi persnya di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 27 Maret. “Kami sangat gembira bisa mengunjungi Asia, utamanya Malaysia. Asia adalah kawasan yang sangat penting dalam persepakbolaan dunia. Kami pun menginginkan sepakbola Asia lebih dapat berkembang,” ujar Kenyon seperti yang dikutip AFP.
Namun, muncul keraguan jika Chelsea dapat menggelar pertandingan di Malaysia. Pasalnya, manajer tim, Avram Grant, dan bek Tal Ben Haim, merupakan warga negara Israel. Sementara, Malaysia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan negara yang dikepalai Shimon Peres (presiden) tersebut. Karenanya, Chelsea harus berusaha mendapatkan visa atau izin khusus bagi Grant dan Ben Haim.
Dalam konferensi pers tersebut, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) yang diwakili Deputi Presiden FAM, Khairy Jamaluddin, menegaskan, isu tersebut bakal dibicarakan antara pihak penyelenggara tur dengan Kementerian Luar Negeri Malaysia.
Sementara itu, Kenyon sangat yakin jika soal itu dapat diselesaikan. “Kami tidak berpikir jika itu jadi masalah besar. Saya yakin, (masalah) itu dapat dicari jalan keluarnya,” ujar Kenyon.
Meski demikian, Kenyon dengan terbuka mengatakan pihaknya akan terpaksa membatalkan turnya di Malaysia jika kemungkinan terburuk, dimana Grant dan Ben Haim tidak mendapatkan izin untuk memasuki Malaysia, benar-benar terjadi.
“Jelas, kami tidak dapat pergi ke sini (Malaysia) tanpa manajer. Tur ini merupakan bagian penting dari musim 2008-09. Jadi, tidak masuk akal jika kami harus pergi (bertanding) tanpa didampingi staf inti dari kepelatihan tim kami,” tegasnya.
Pada 1997 lalu, Malaysia mengizinkan tim kriket Israel untuk bertanding dalam turnamen ICC yang diikuti 20 negara. Namun, keputusan itu memicu timbulnya serangkaian demonstrasi anti-Israel di Kuala Lumpur.